Korupsi Asabri, Jaksa Menelusuri  Rekening  Teddy Tjokrosaputro

Pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Asabri dengan terdakwa pemilik PT Rimo Internasional Lestari Tbk, Teddy Tjokrosapoetro, Rabu (25/5/2022). (foto: Suhanda/RRI)

KBRN Jakarta:  Pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Asabri dengan terdakwa pemilik PT Rimo Internasional Lestari Tbk, Teddy Tjokrosapoetro, Rabu (25/5/2022). 

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan lima saksi untuk dikonfirmasi mengenai dugaan keterkaitan transaksi perbankan Teddy Tjokrosapoetro dengan perkara dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). 

"Yang Mulia kami hadirkan lima saksi yaitu  Darma Setiadi selaku karyawan swasta, Murwiati sebagai brand officer manager Bank Mandiri,  Yulia Asmita sebagai  regional support PT China Contraction Bank (CCB), Dani Aki Ramdani selaku founding unit CIMB Niaga Jakarta, dan Irvan Susandi sebagai karyawan swasta," kata Jaksa dalam Sidang di PN Pusat Rabu (25/5/2022)

Dalam sidang ini,  para saksi menerangkan seputar pembukaan rekening koran dan sejumlah transaksi cek dan giro di Bank Mandiri, CIMB Niaga,  dan di  PT.Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, atas nama Teddy Tjokro, Benny Tjokro dan Jimmy Sutopo.

"Pembukaan rekening dan transaksi tersebut, berkaitan dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri)  terkait  Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Teddy Tjokro sekitar Rp6 triliun," ujar jaksa.

Saksi  pertama yang dihadirkan Jaksa yaitu Murwiati selaku brand officer manager Bank Mandiri mengaku, terdapat data pembukaan rekening koran oleh PT Bintang Baja Hitam yang diterima Bank Mandiri pada 7 September 2018 dan bertransaksi hingga 2021.

"Teddy Tjokro Saputro menjadi kuasa dari PT Bintang Baja Hitam atas pembukaan rekening koran dan bertransaksi cek maupun giro di Bank Mandiri. Akan tetapi, saya tidak ingat detail adanya transaksi cek atau giro yang ditandatangani oleh terdakwa Teddy," kata Murwiati saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Karena saksi lupa, jaksa penuntut umum akhirnya membacakan BAP saksi poin 7 untuk mengingatkan kembali. Atas BAP tersebut,  Murwiati pun membenarkannya.

Sedangkan  kesaksian Yulia Asmita ( PT CCB) mengungkap adanya beberapa perusahaan dengan kuasa  Teddy dan Benny di China Contractions bank ( windu Kentjana bank) antara lain rekening koran atas nama, Rimo Internasional Lestari Tbk, Hokindo dan PT Bintang Baja Hitam.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Teddy, Genesius Anugerah membantah adanya pembukaan rekening di sejumlah bank yang diungkapkan saksi. Menurutnya, klienya, yakni Teddy Tjokrosaputro tidak melakukan kuasa apapun atas pembukaan rekening koran.

“Tapi faktanya dimulai dari pembukaan rekening pun bukan dilakukan oleh Teddy tapi dilakukan oleh direktur-direktur jauh sebelum Teddy menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan seperti di Rimo, dan Nusa,” kata Genesius kepada awak media usai persidangan.

Selain itu, menurut Genesius, kliennya tidak melakukan tanda tangan terkait transaksi cek dan Giro. Menurutnya, kliennya tidak terlibat melakukan transaksi yang merugikan negara dari PT Asabri.

“Tanda tangan itu bukan tanda tangan Teddy tapi tanda tangan Benny Tjokro. Fakta itu dibilang yang buka tanda tangan adalah Benny Tjokro, ada tanda tangan cek ada semua Benny Tjokro. Kalau Teddy lagi-lagi jauh sebelum menjabat direktur," tandasnya.

Didalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum pada  Kejaksaan Agung, menjerat Teddy Tjokro dengan dakwaan kumulatif dakwaan pertama melanggar pasal 2 subsider pasal 3 UU Tipikor dan Dakwaan Kedua pasal 3 subsider pasal 4 UU Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun pidana penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar