Kompolnas Ikut Memantau Kasus Anak Kiai Jombang

Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso saat proses upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022). Dalam proses tersebut, polisi mengamankan puluhan orang yang menghalangi upaya jemput paksa MSAT. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa.

KBRN, Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ikut memantau kasus MSAT (42), anak kiai pimpinan pondok pesantren Shiddiqiyah, Jombang. MSAT merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencabulan santriwati.

Kasus ini menurutnya penanganannya sangat lama karena tersangka tidak kooperatif, meski sudah kalah dalam praperadilan. Bahkan sekarang yang bersangkutan masuk DPO. 

"Sejak 2019 dilaporkan di Polres Jombang, kurang kondusif lalu diambil alih Polda Jatim 2020.  Ini kan sudah lama jadi kasihan korban, mengalami berbagai ancaman bukan hanya di korban melainkan pendampingnya," ucap Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Kamis (7/7/2022). 

Ia menyebut yang bersangkutan bersembunyi di balik massanya karena sang ayah merupakan kiai sepuh dan karismatik.

"Polisi sangat baik dan berhati-hati karena si pelaku anak seorang kiai dan dikhawatirkan ada gesekan," katanya. 

Ia menyebut jika ada pihak yang menghalangi pengusutan perkara, maka dapat dianggap melakukan obstruction of justice dan konsekuensinya dapat dikenai pasal tindak pidana menghalangi keadilan. 

"Semua orang sama kedudukannya di hadapan hukum.  Sehingga tidak boleh ada hak istimewa, keadilan dan kepastian hukum bagi korban pelaku kekerasan seksual harus menjadi prioritas. Apalagi tersangka tidak punya iktikad baik untuk kooperatif dan menyerahkan diri," kata Poengky. 

Jika alasannya tersangka menjadi korban fitnah, silakan dibuktikan dalam pengadilan.

MSAT dilaporkan ke Polres Jombang pada 29 Oktober 2019. Pengaduan atas dugaan mencabuli NA, yang merupakan santriwati di pondok pesantren tersebut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar