Polisi Minta Keluarga Serahkan Tersangka Pencabulan Santriwati

Situasi depan Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Jawa Timur dalam upaya n penjemputan paksa pelaku MSAT pada Kamis (7/7/2022). ANTARA/HO-WI

KBRN, Jakarta: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur meminta pihak keluarga untuk menyerahkan tersangka pencabulan Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT). MSAT merupakan anak dari kiai pimpinan pondok pesantren Shiddiqiyah, Jombang, Jawa Timur. 

"Kami mengimbau kepada pihak keluarga mohon agar MSAT ini segera diserahkan atau kita segera diberitahu tempat persembunyiannya. Karena kita terus berupaya untuk mencari yang bersangkutan sampai dengan selesai kita akan tetap berada di wilayah ini (Jombang-red)," kata  Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Dirmanto dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (7/7/2022).

Untuk melakukan penangkapan paksa MSAT ini, jelas Dirmanto, pihaknya menurunkan sebanyak 652 personel.

"Kita masih stand by di sini dan kita mendapat support dari Kodam V Brawijaya.  Terima kasih pak Pangdam kemudian dari Danrem kita juga dikasih support," ujarnya.

Dirmanto menjelaskan banyak personel Polri yang diturunkan di lokasi karena banyaknya pendukung dari MSAT.

"Simpatisannya cukup banyak ya pondok pesantrennya termasuk yang besar ya. Santri-santrinya jumlahnya cukup banyak dan tadi kita sempat dihalang-halangi masuk sehingga kita upayakan jangan sampai ada korban. Jangan sampai ada tersangka-tersangka yang baru. Maka kita berupaya untuk mengerahkan personel sesuai dengan estimasi yang kita butuhkan untuk penanganan daripada penangkapan MSAT ini," kata Dirmanto.

Dalam upaya penangkapan MSAT itu, pihak Kepolisian mengamankan 320 simpatisan yang hadir di pondok pesantren Shiddiqiyah, Jombang. 

"Kita masih melakukan pemeriksaan di Polres ya nanti kita update kembali bagaimana tindaklanjut dari 320 orang itu yang 20 orangnya anak-anak," kata Dirmanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar