Haji Permata Tertembak, Ini Deretan Kasusnya

Foto: batam news

KBRN, Jakarta: Haji Permata, pengusaha asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tewas karena tertembak di Perairan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Haji Permata tertembak saat pihak Bea Cukai Tembilahan menangkap terduga pelaku pembawa rokok ilegal.

Berikut deretan kasus Haji Permata 

1 Pada tahun 2014 kelompok Haji Permata pernah melakukan penyerangan ke kantor Bea Cukai Tanjung Balai Karimun karena barang selundupannya ditangkap oleh petugas.

2 Pada 17 April 2015, Haji Permata pernah divonis bersalah terkait kasus penyerangan Kanwil IV Direktorat Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri dengan vonis lima bulan kurungan lebih ringan dari tuntutan jaksa saat itu, yakni 8 bulan

Ia jadi didakwa karena dianggap sebagai otak pengerahan ratusan massa untuk menyerang Kantor Bea Cukai usai penangkapan dirinya atas kapal miliknya yang membawa barang ilegal.

3 Pada 30 Mei 2017, seorang anak buahnya bernama Herman yang merupakan nakhoda KM Wahyu (216 GT) milik Haji Permata divonis oleh Pengadilan Negeri Batam. Herman dinyatakan bersalah dengan vonis penjara 18 bulan denda Rp 20 juta saat itu, subsider 6 bulan karena terbukti berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar dari Syahbandar.

4 Pada 1 Desember 2019, speedboat yang disebutkan milik Haji Permata  dilaporkan bertabrakan dengan kapal patroli bea cukai di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dua ABK speed boat milik Haji Permata dilaporkan tewas setelah jatuh ke laut. Sementara satu petugas BC terluka.

Saat kejadian di sekitar Perairan Karang, Pulau Galang Bagian Timur, petugas Bea Cukai dilaporkan diserang oleh massa yang menaiki High Speed Craft (HSC) 6 mesin mercury.

Selama 2019, Bea Cukai mencatat, ada31 tangkapan yang terdiri dari 12 HSC, dan 19 Kapal non- HSC yang berupa rokok dan minuman keras ilegal.

5 Selanjutnya, ada 20 tangkapan yang terdiri dari 8 HSC dan 12 Kapal non-HSC di tahun 2020. Dengan tangkapan ini, negara diperkirakan rugi hingga lebih dari Rp214,35 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00