Geliat Bisnis Haji Permata, Kapal hingga Hotel

Foto: Haji Permata

KBRN, Jakarta: Nama Haji Permata seketika ramai diberitakan oleh media. Kematian Haji Permata yang ditembak oleh Bea Cukai menjadi awal nama pengusaha Batam ini kembali diperbincangkan.

Haji Permata ditembak mati diduga melawan petugas Bea Cukai di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir, Provinsi Riaumenewaskan.

Selama ini, sosok Haji Permata memang akrab dengan berbagai kontroversi. Namanya sering terseret sejumlah kasus terkait kepabeanan.

Baca Juga:Banyak Terlibat Kasus, Haji Permata 'The Godfather of Batam'

Hal ini jadi maklum, pasalnya, Haji Permata adalah pengusaha pemilik kapal yang biasa menjalankan bisnis dan aktivitas antar angkut barang.

Selain itu, Dia diketahui, memiliki sejumlah usaha seperti pergudangan dan bisnis pelayaran di Kota Batam. Haji Permata juga dikenal sebagai pemilik Hotel Oais Batam.

Kematian Haji Permata

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Dirjen Bea dan Cukai, Syarif Hidayat sebelumnya menyebut, insiden ini bermula ketika massa Haji Permata melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan dua High Speed Craft (HSC) yang dikuasai Bea Cukai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api.

Dua HSC milik Haji Permata yang diamankan petugas Bea Cukai, sebelumnya diduga mengangkut rokok ilegal.

Baca Juga:Haji Permata Tertembak, Ini Deretan Kasusnya

Akibat diserang, petugas mencoba mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan. 

Massa yang berjumlah belasan orang, secara brutal dikatakan menyerang petugas dengan senjata tajam sambil berupaya merangsek masuk ke HSC yang telah dikuasai Bea Cukai yang hanya dikawal oleh empat orang petugas.

“Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam maka petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukai” kata Syarif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00