Jejak Kriminal Haji Permata Diakhiri Bea Cukai

Haji Permata (kiri) dan Petugas Bea Cukai dari Custom Tactical Unit (Dok. Istimewa/photogrid)

KBRN, Jakarta: Haji Permata tewas tertembus timah panas petugas Bea Cukai dari Custom Tactical Unit (CTU) di Batam pada Jumat 15 Januari lalu.

Petugas cukup mengenalnya karena ia tercatat berulangkali terlibat aksi penyelundupan.

Polahnya terbilang nekat hingga menyerbu kantor Bea Cukai.

Serang Kantor Bea Cukai

Azan subuh belum juga berkumandang ketika sekitar 200 orang bergerombol di depan Kantor Kanwil Bea Cukai Kepulauan Riau di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Balai Karimun pada Sabtu 22 November 2014 silam. 

Mereka baru saja turun dari kapal ketika siluet pagi itu menunjukkan beberapa di antaranya tengah menggenggam pentungan, golok, dan pisau. 

Satu orang di depan rombongan menunjuk tangannya ke arah jalan, menjadi pemandu dari sandarnya kapal menuju Kantor Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun. 

Teriakan dan aksi dorong pun lantas pecah ketika mereka berhadapan dengan empat petugas piket dan dua personel TNI AL. 

BACA JUGA: Kematian Haji Permata, Kepala Bea Cukai Diperiksa

Mereka meminta kapal milik Haji Permata, KM Jembar Hati, dibebaskan dari pelabuhan. 

“Maju-maju, bebaskan kapal Pak Haji Permata!” teriak mereka seperti tercatat dalam putusan Pengadilan Tanjung Balai Karimun No. 36/Pid.B/2015/ PN.Tbk. 

Kapal itu pada hari sebelumnya ditegah oleh kapal Patroli Bea dan Cukai karena membawa muatan rotan tanpa dokumen. 

Barang itu diangkut dari daerah Bagan Siapi-Api, Palembang, hendak dibawa menuju Singapura. 

BACA JUGA: Bea Cukai Pusat Dalami Tewasnya Haji Permata

Rencana aksi balasan berupa pengerahan massa sebenarnya sudah diketahui oleh Kepala Seksi Intelijen Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Yudhi Setia Dirana. 

Ia mendapatkan telepon dari rekannya di Batam, bahwa Haji Permata mengumpulkan massa di depan Hotel Oasis, untuk menggeruduk Kantor di Tanjung Balai Karimun. 

Mereka berangkat sejam lewat tengah malam setelah berkumpul di depan Hotel Oasis, Batam, menggunakan dua speedboat. 

Peringatan itu sudah disampaikan ke rekan-rekannya via Handy Talkie. 

Namun jumlah massa yang cukup besar tak cukup dihadapi hanya oleh enam orang. 

BACA JUGA: Polisi Periksa 23 Saksi Penembakan Haji Permata

Bahkan sepucuk senapan api di tangan petugas justru direbut di tengah ancaman bunuh-bunuhan.

“Kalau Kapal KM. Jembar Hati tidak bisa dibawa kembali, lebih baik kita bunuh-bunuhan di sini!,” teriak salah seorang penyerbu Kantor Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.

Petugas Bea dan Cukai langsung kocar-kacir berhamburan tanpa arah. 

Beberapa di antara mereka bahkan sampai tunggang langgang karena diancam dengan pentungan rotan oleh massa. 

Untungnya tak seberapa lama patroli polisi datang. 

BACA JUGA: Banyak Terlibat Kasus, Haji Permata 'The Godfather of Batam'

Massa berhasil dikendalikan dan dikumpulkan di halaman Kantor Bea Cukai, kemudian digiring menuju kantor polisi. 

Haji Permata berhasil diseret ke pengadilan sebagai otak atas penyerbuan ini.

Ia diganjar lima bulan penjara oleh hakim pada 2015. 

“Aksi itu merupakan tekanan psikis tetapi akhirnya tidak terealisasi. Istilahnya kapal tidak sampai direbut,” ucap Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Kepulauan Riau, Arief Ramadhan kepada KBRN. 

BACA JUGA: Kontroversi Haji Permata, Rugikan Negara Rp214.35 Miliar

Penyerbuan ini hanya sekelumit aksi nekat Haji Pemata dalam urusan penyelundupan. 

Ia dan anak buahnya terkenal nekat ketika berhadapan dengan aparat, baik di atas laut maupun di darat. 

Aksi kejar-kejaran bahkan tabrakan di perairan seringkali dilakukan anak buahnya. 

Peristiwa lainnya di antaranya terjadi pada 1 Desember 2019 lalu. 

Selanjutnya : Tabrak Kapal dan Tewasnya Tokoh Kriminal

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00