Kasus Investasi Bodong, Polisi Sita Aset Berharga

Polisi sita aset berharga milik Yalsa Butique terkait kasus dugaan investasi bodong. Foto : Ist

KBRN, Banda Aceh : Penyidikan kasus dugaan investasi bodong Yalsa Boutique oleh Direktorar Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, terus berlanjut. Penyidik Polda Aceh telah memeriksa setidaknya 25 orang terkait kasus ini, termasuk owner berinisial S beserta istrinya. 

Direktur Reserse Kriminal Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta kepada wartawan di Mapolda Aceh mengatakan, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengumpulkan barang bukti. 

Selain itu, ada sejumlah aset berharga milik Yalsa Boutique telah disita diantaranya lima unit mobil mewah dan satu unit rumah senilai Rp 4 miliar. 

Menurut Margiyanta, kasus dugaan investasi bodong ini berpotensi merugikan dana nasabah karena melakukan penghimpunan dana tanpa adanya izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Dia menyebutkan, modus yang dilakukan ini melanggar undang-undang perbangkan. 

“Kegiatan ini mengumpulkan dana masyarakat seolah-olah dijanjikan keuntungan ada yang 15 persen, 30 persen, bahkan ada yang 50 persen. Kasus ini sebenarnya tidak ada yang dirugikan, tapi berpotensi merugikan dan bisa menimbulkan masalah besar. Ini kegiatan ini lah yang melanggar UU Perbankan,” kata Margiyanta didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Kamis (25/2/2021). 

Sementara itu, Kuasa Hukum dari owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar ikut menanggapi terkait penyidikan kasus tersebut. Dia mempersilahkan penyidikan kasus ini untuk dibuktikan di pengadilan. Namun demikian dirinya tetap menghormati proses hukum yang dilakukan Polda Aceh. 

“Saya tidak bermaksud berdebat dengan penyidik. Tapi jangan lupa dia itu tersangka dia itu terdakwa. Kita lihat nanti kalau mereka punya pemahaman investasi bodong kita buktikan, karena kami punya pendapat juga,” kata Muklis. 

Muklis juga ikut menjelaskan sekilas soal duduk permasalahan pada kasus ini. Menurutnya, secara bisnis pada akhir Januari 2021, Yalsa Buotique mengalami kolep karena ada reseller yang melakukan kecurangan. Sehingga terjadi mis komunikasi antara owner, reseller dan member. Oleh sebab itu pihaknya sedang melacak reseller yang diduga melakukan tindakan kecurangan. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menyampaikan, bisnis yang dilakukan oleh Yalsa Boutique ini telah menyedot dana member hingga mencapai Rp20 miliar.  

Dari hasil pemeriksaan diketahui, Yalsa Boutique memiliki 3.755 orang member (anggota) yang tersebar di seluruh Aceh, sebagiannya juga tersebar di Sumatera Utara dan Riau. 

Winardy menegaskan, bisnis Yalsa Boutique ini merupakan investasi bodong karena mereka menghimpun dana masyarakat tanpa adanya izin dari otoritas jasa keuangan (OJK). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00