Deretan Pejabat Diduga Korupsi Bansos Covid-19

Penyidik KPK menunjukan barang bukti uang tunai saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) tindak pidana korupsi pada program bantuan sosial di Kementerian Sosial untuk penanganan Covid-19 senilai Rp14,5 miliar di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020) dini hari. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

KBRN, Jakarta: Jauh sebelum penangkapan oknum Kepala Desa (Kades) di Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), bernama A (43) dan telah diancam hukuman mati, dana umat bantuan sosial (bansos) Covid-19 ini sudah lebih dulu diselewengkan pejabat lain.

Sebelumnya sudah ada tiga pejabat yang terlibat, hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sabtu (5/12/2020) dini hari, yang mengamankan enam orang.

Berikut RRI.co.id merangkum daftar tiga pejabat tersebut :

1. Eks Menteri Sosial (Mensos), JPB

JPB terlibat dugaan perkara korupsi Bansos Covid-19 setelah diduga menerima aliran suap senilai Rp 17 miliar dari dua periode paket sembako program bantuan sosial (Bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. 

Penerimaan suap itu diterima dari pihak swasta dengan dimaksud untuk mendapatkan tender sembako di Kementerian Sosial RI.

2. Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos Covid-19 Kemensos, MJS

Selain selaku PPK Kemensos, MJS juga merupakan pemilik PT Rajawali Parama Indonesia (RPI). 

Selain itu, lansiran resmi website kemsos.go.id. Di laman resmi Kemensos, MJS tercatat memiliki jabatan struktural yakni Kepala Seksi Pemenuhan Kebutuhan Dasar pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (Ditjen Linjansos).

3. Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos Covid-19 Kemensos, AW

Selain PPK, AW juga menjabat jabatan struktural sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos.

AW juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Ditjen Linjansos Kemensos kurun April hingga awal Oktober 2020. 

Teranyar, pejabat yang juga diduga memakan uang Bansos Covid-19 adalah Selain berjudi Toto Gelap (Togel), oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno di Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), A (43).

Parahnya, A memakai dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk bayar hutang, dan keperluan judi, seperti Togel, dan Remi.

Kasi Kejari Lubuklinggau Yuriza Antoni menerangkan, dalam dakwaan JPU, terdakwa selaku kepala desa, pada Mei 2020, telah menggunakan dana desa tahap II dan III senilai Rp 187.2 juta, salah satunya digunakan untuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19 warga Desa Sukowarno. 

"Rp 187.2 juta itu digunakan terdakwa salah satunya untuk judi togel, bayar hutang, kepentingan pribadi (foya-foya) dan lainnya," kata Riza.

"Dalam dakwaan JPU, dana tahap II dan III yang sejatinya diberikan Rp 600 ribu per Kartu Keluarga (KK) oleh terdakwa digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa seperti judi togel dan lainnya," kata Riza.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00