Masjidil Haram Sediakan Jasa Pendorong Kursi Roda

Jemaah Haji Indonesia Gunakan Kursi Roda. Dok: Antara

KBRN, Jakarta: Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin mengatakan, ada layanan jasa resmi pendorong kursi roda di Masjidil Haram. 

Layanan ini dapat dimanfaatkan jemaah haji Indonesia saat melaksanakan tawaf dan sai.

"Ada layanan jasa resmi pendorongan korsi roda di Masjidil Haram dapat dimanfaatkan," kata Akhmad melalui keterangan tertulis, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, jasa layanan kursi roda terdapat di tiga terminal, yakni Syib Amir, Jiad, dan Bab Ali. Adapun waktu layanan dari sore hari setelah waktu Asar, sampai malam hari. 

"Pagi dan siang hari tidak ada, dikarenakan cuaca yang sangat panas," ujarnya. 

"Jemaah yang memerlukan jasa layanan pendorongan kursi roda dapat langsung menuju terminal angkutan shalawatnya masing-masing," tambahnya. 

Lebih jauh, Fauzin menjelaskan, di tempat layanan kursi roda tersebut ada petugas haji Sektor Khusus Masjdil Haram yang bersiap 24 jam untuk melayani jemaah. Mereka akan memfasilitasi dan mendata, selanjutnya menghubungkan jemaah dengan jasa resmi pendorongan kursi roda Masjidil Haram.

"Petugas haji Sektor Khusus juga akan mendampingi jemaah melakukan transaksi langsung dengan jasa resmi pendorongan kursi roda Masjidil Haram untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan jemaah," jelasnya. 

Apabila di terminal tidak terdapat jasa resmi pendorongan kursi roda, lanjut Fauzin, petugas Sektor Khusus akan mencarikan ke dalam Masjidil Haram dan jemaah dapat menunggu. Guna mengetahui lebih lanjut, jemaah dapat menanyakannya melalui WA Center di nomor +966 503 5000 17.  

"Informasi ini diberikan agar jemaah memahami keberadaan jasa pendorong kursi roda resmi dan terhindar dari praktik percaloan yang kadang jauh lebih mahal dan ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya. 

"Kami berharap jemaah haji yang membutuhkan jasa layanan pendorongan kursi roda di Masjidil Haram dapat terlayani dengan baik, tidak menggunakan jasa pendorongan yang tidak resmi, dan selalu berkonsultasi terlebih dahulu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar