Sales Provider di Bandara Jeddah Sudah Tidak Terlihat

Para jemaah Indonesia di ruang tunggu Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Foto: Media Center Haji 2022

KBRN, Jeddah: Aktivitas puluhan sales provider ternama Arab Saudi, menawarkan jasa jaringan seluler di ruang tunggu jemaah calon haji Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah sudah tidak tampak sejak Minggu (26/6/2022).

Pantauan RRI.co.id Minggu (26/6/2022), suasana ruang tunggu menjadi lebih lapang dan alur kedatangan jemaah Indonesia untuk masuk ke ruang menjadi lebih leluasa.

Bahkan jemaah pun dapat langsung digerakkan oleh petugas haji Indonesia untuk bersih-bersih dan bersiap ibadah sunnah di ruang salat. 

"Enak sekali karena petugas bisa mudah memandu dan mengarahkan. Selain itu tidak membuat jamaah berlama-lama di bandara," kata Kepala Sektor 2 Daerah Kerja Bandara, Artanto di sela menyambut kedatangan jamaah dari kloter 2 Embarkasi Palembang (PLM), Minggu (26/6/2022).

Artanto menilai, seyogyanya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi merespons cepat masukan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sebab kehadiran sales yang jumlahnya mencapai sekitar 70 orang itu sudah sangat mengganggu. Apalagi, banyak jamaah yang merasa risih karena beberapa sales nekat membuka tas jamaah demi mendapatkan data nomor paspor atau visa guna pemberian kartu perdana gratis itu. 

"Respons ini juga bagian komitmen besar Saudi yang menginginkan jamaah haji tidak berlama-lama ketika transit di Bandara Jeddah," terangnya.

Artanto menduga, cepatnya respons Saudi ini juga adanya protes yang dilayangkan oleh negara lain. Sebab, pada gelombang kedua ini, jamaah haji sebagian besar masuk Mekkah lewat Bandara Jeddah. Surat keberatan Indonesia atas banyaknya sales kartu ponsel ini telah dilayangkan oleh Kepala Kantor Urusan Haji (KUH Indonesia Nasrullah Jasam, Selasa (21/6).

"Alhamdulillah kita bisa menjadi lebih mudah bertugas, seperti mengarahkan jamaah berwudlu, salat sunat ihram dan berniat umrah. Waktu jamaah di bandara juga sesuai target kita, yakni satu hingga dua jam saja," jelas Artanto.

Sebelumnya, Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah mengirimkan surat kepada Dirjen Kementerian Haji dan Umroh yang berisi mengenai keberadaan sales provider yang mengganggu aktivitas jemaah Indonesia di ruang paviliun Bandara Jeddah. Surat keberatan Indonesia atas membeludaknya tenaga penjual (sales) kartu perdana di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Azis (KAA) Jeddah mendapat respon positif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar