Heat Stroke Warnai Hari Pertama Jemaah di Arafah

Dokter Pos Kesehatan Indonesia di Arafah merawat jemaah yang terkena heat stroke, Kamis (7/7/2022). Foto : Pradipta Rahadi

KBRN, Arafah: Hari pertama jemaah calon haji Indonesia di Arafah sudah diwarnai dengan heat stroke atau serangan cuaca ekstrim. Berdasarkan pantauan, rata-rata jemaah yang datang ke Pos Kesehatan Indonesia di Arafah adalah mereka yang syok dengan heat stroke

"Rata-rata ini heat stroke ya," ujar dr. Syahril Firmansyah, dokter jaga di Pos Kesehatan Indonesia ketika ditemui pada Kamis (7/7/2022). 

Selain syok heat stroke, ada pula pasien yang memiliki riwayat sakit jantung dan mengeluh sesak nafas disertai dengan sakit di dada. 

"Ini ada yang sakit jantung sedari Jakarta, dan mengeluh sesak nafas. Selain itu ada rasa sakit di dada," ujar dr Lutfi, dokter perawatan khusus pria. 

Berdasarkan pantauan RRI, sebagian besar pasien yang terkena heat stroke mendapat perawatan berupa kompres dingin guna menurunkan suhu tinggi di tubuh. Penurunan suhu secara cepat menjadi sangat krusial, terlebih para jemaah sudah berihrom dan masih harus melakukan Wukuf pada Jumat esok. 

Dr Susi Hendarty, spesialis bedah syaraf mengatakan dengan metode techno cool (mekanisme teknologi pendinginan), suhu tubuh tinggi akibat heat stroke dapat segera turun. Waktunya kurang lebih hanya 10-15 menit. 

"Pasien kembali sadar dan bisa berkomunikasi dengan petugas," ujar dr Susi. 

Tim Pos Kesehatan Indonesia pun mengimbau kepada seluruh jemaah untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luat tenda Arafah. Karena cuaca ekstrim akan sangat menguras energi jemaah. Jemaah pun diminta untuk hanya keluar tenda jika dalam keadaan darurat atau penting saja. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar