Bus Hantam Trotoar, Tiga Pelajar SD Meninggal

KBRN, Tanah Datar: Satu unit bus Gumarang Jaya dilaporkan hilang kendali, hingga mengalami kecelakaan, di Jalan Umum Padang Panjang-Solok Jorong Baringin Nagari Pitalah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar (Depan SD Negeri 03 Pitalah), pada Kamis (15/4/2021) siang sekira pukul 10.00 WIB

Nahas dalam peristiwa tersebut, bus yang menghantam trotoar juga ikut menyambar pelajar Sekolah Dasar (SD) setempat yang sedang berdiri tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang, AKP Dedi Antonis melalui laporan polisi membenarkan informasi tersebut, bahwa bus (Gumarang Jaya) itu datang dari arah Kota Padang Panjang hendak menyalip bus ANS yang berada di depannya.

“Namun karena hilang kendali, bus tersebut menghantam trotoar dan menabrak pelajar yang kebetulan lagi menunggu orang tuanya disana, tiga pelajar yang pada saat kejadian berdiri di trotoar menjadi korban, dan meninggal dunia,” jelasnya.

Menurut Dedi Antonis, tiga korban meninggal dunia bernama Wahyu Ilahi, 10 tahun, Afdholul Hardi, 9 tahun, dan Rafi Alfian, 9 tahun.

“Ketiganya merupakan pelajar SD Negeri 03 Pitalah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Sementara dua korban lainnya, Muhammad Mudasir, 9 tahun dan Azian, 9 tahun mengalami luka-luka,” terangnya.

Menurut Dedi Antonis, peristiwa tersebut bermula di saat bus dengan nomor polisi (nopol) BE 7320 CU yang dikemudikan oleh RJ (38), membawa penumpang sebanyak sembilan orang dari Kota Payakumbuh menuju Kabupaten Solok melewati Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

“Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), bus tersebut hilang kendali setelah tak bisa mengelakkan bus ANS yang ada di depannya melakukan rem mendadak sehingga sopir membanting stir ke kanan jalan,” katanya.

Namun, akibat dari tindakan yang diambil oleh RJ sambung Dedi Antonis, bus itu ikut menabrak sejumlah pejalan kaki yang merupakan pelajar sedang berada di atas trotoar tak jauh dari lokasi kejadian.

“Akibatnya tiga orang meninggal dunia, sementara dua orang dilarikan ke RS Yarsi Padang Panjang karena mengalami cidera,” katanya.

Dedi Antonis menambahkan, saat ini bus yang terlibat kecelakaan sudah dibawa ke unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Padang Panjang sebagai barang bukti (BB).

Sopir Bus Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kepolisian Resor (Polres) Padang resmi menetapkan RJ sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut bus Gumarang Jaya yang menewaskan tiga pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Pitalah, Kabupaten Tanah Datar.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang, AKP Dedi Antonis mengatakan, RJ ditetapkan sebagai tersangka di hari bersamaan pasca peristiwa nahas tersebut.

“Sudah pasti dia (ditetapkan) tersangka, karena kelalaiannya, ditambah itu sudah jelas ada korban yang tewas, dan bus dengan nomor polisi (nopol) BE 3220 CU yang dikemudikan RJ juga ikut ditahan sebagai barang bukti (BB) untuk diproses lebih lanjut,” ungkaspnya.

Menurut Dedi Antonis, pemilik bus juga dipanggil untuk memberikan keterangan yang melibatkan salah satu sopirnya itu.

“Bus tersebut datang dari Kota Payakumbuh menuju Kabupaten Solok dengan membawa sembilan penumpang melewati Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), bus yang hendak menyalip bus ANS yang ada di depannya itu tak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menabrak trotoar,” tukasnya. (YPA, Foto : Satlantas Polres Padang Panjang)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00