FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Maluku

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 telah mengguncang Maluku, Rabu (11/5/2022) pukul 21.08.46 WIB. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,1 setelah melakukan analisis.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Banda," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, Rabu malam.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” lanjut dia.

Lokasi gempa bumi di Maluku, Rabu (11/5/2022). (Foto: BMKG)

Pusat atau episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,70° Lintang Selatan dan 130,24° Bujur Timur.

"Atau tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 44 kilometer arah timur Amahai, Maluku Tengah, Maluku, pada kedalaman 141 kilometer," ungkap Bambang.

Sementara, kata dia, berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Wer Maktian, Maluku Tenggara Barat.

"(Itu, red) dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," kata Bambang.

Selain itu, lanjut dia, di daerah Amahai, Maluku Tengah dan daerah Dawelor Dawera, Maluku Barat Daya gempa dirasakan dengan skala intensitas II - III MMI. 

Sama, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

BMKG, kata dia,  belum mendapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

"Selain itu, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 21.35 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," terang Bambang.

Bambang menyarankan, supaya warga sekitar agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Kami juga mengimbau, supaya masayarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Bambang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar