RRI Harus Berdiri di Atas Semua Golongan

Pendiri RRI Mohammad Yusuf Ronodipuro. (foto: kolase/RRI.co.id)

KBRN, Jakarta: Radio Republik Indonesia (RRI) harus bisa berdiri di atas semua golongan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI.  Harapan itu disampaikan Irawan Ronodipuro salah seorang putra pendiri RRI Mohammad Yusuf Ronodipuro.

"Tantangan daripada RRI sekarang ini, justru berdiri di atas semua golongan," kata Irawan Ronodipuro dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu (14/8/2022).

Irawan mengingatkan pentingnya memaknai Tri Prasetya RRI yang harus dijalankan insan yang ada di RRI. Tri Prasetya adalah jiwa dan falsafah yang musti menjadi landasan perjuangan historis RRI.

Menurutnya, nilai-nilai Tri Prasetya ini harus memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh angkasawan RRI. Dan nilai Tri Prasetya harus muncul dalam menjalankan tugas sehari-hari, termasuk dalam membuat program. 

"Lawannya kan media yang sudah kebablasan dan RRI harus bisa berdiri di tengah itu jangan sampai generasi kita terbawa arus," ucap Irawan, sambil berpesan agar RRI tak terpengaruh dengan sebuah pemberitaan yang berlebihan.

Dalam kesempatan ini, Irawan mempunyai kenangan tersendiri terhadap sosok ayahnya Yusuf Ronodipuro. Menurutnya, perjuangan Yusuf Ronodipuro untuk memberitakan kemerdekaan Indonesia sangat luar biasa.

"Waktu dibaca teks Proklamasinya, kan disiarkan ke seluruh dunia," kata dia.

Yusuf dan kawan-kawan beritakan kemerdekaan Indonesia lewat radio dan sejumlah negara me-relay siaran tersebut.  Radio Australia, BBC London, Singapura menangkap siaran dari Indonesia dan mereka meneruskan ke dunia.

Siaran radio itu pun sampai ke Tokyo, yang membuat Jepang panik. Jepang kemudian mencari Yusuf  dan kawan-kawan, ditangkap, diseret keluar dan dipukuli.

Dari kejadian itu, kata Irawan, gigi bapaknya rontok semua dan tempurung lututnya pecah. Sampai akhir hayat, tempurung ini tidak pernah pulih. 

"Berapa kali saya mengajak bapak untuk dioperasi dan diperbaiki lututnya.  Terus bapak bilang, biarlah ini menjadi kenang-kenangan untuk saya," kata Irawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar