Melawan Korupsi dalam Goresan Puisi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri (Ant/M Risyal Hidayat)

KBRN, Jakarta: Menabur kecintaan dan memberi sebuah harga begitu punya marwah, memberi arti begitu tinggi tentang goresan puisi sebagai pesan melawan korupsi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri sangat menghargai kalimat yang begitu memaknai kehidupan, terlebih dalam berbangsa dan bernegara. 

Untaian kalimat demi kalimat yang memberi harga lebih bermarwah, distempel Bhineka Tunggal Ika, menambah rona kekagumannya.

“Saya menikmati puisi-puisi M. Rohanudin karena sarat akan ungkapan kecintaan kepada Keindonesiaan serta Kebhinekaan. Saat kita mendengar puisi beliau, seketika itu pula kita diingatkan, digelorakan kembali semangat kebangsaan dan cinta tanah air,” ujar Ketua KPK, Firli Bahuri, Kamis (13/8/2020).

Rohanudin dinilai begitu mempesona menyajikan karya sastra anak bangsa dari pulau Madura. Ia Oleh karena itu Firli ikut memberikan apresiasi sekaligus penghargaan atas buku kumpulan sajak dan puisi milik Rohanudin, yakni "Bicaralah yang Baik-Baik”. 

Kumpulan sajak dan puisi tersebut mampu mengungkapkan perasaan siapapun penikmat puisi kebangsaan, termasuk dari balik studi radio. 

Sama-sama berikrar tentang totalitas perlawanan membungkam “amuk korupsi” sebagai wujud darma bakti untuk Indonesia.

“Saya harus mengungkapkan perasaan saya bahwa semangat para pendengar dipastikan menggelora. Saya pernah manggung bersama M. Rohanudin dalam Kenduri Puisi dan Puisi versus Korupsi, demi Indonesia bermartabat," kata Firli menambahkan.

Dalam puisi berjudul “Kemerdekaan Corona dan Korupsi”, terpancar keprihatinan yang dikemas lewat peran penari topeng.

Surabaya menebar berita duka

merampas semua waktu orang-orang

yang sedang menggigil di pinggir jalan

54 orang terpapar corona,

pers gempar meniupkan terompet kedukaan,

dunia berguncang,

berita duka bergulir cepat sampai kerusuk-rusuk kampung, kampung-kampung orang terpapar

mereka menjerit

tetangga menghukum terluka

ada yang meludahi, sampai liurnya berwarna coklat sindiran dan umpatan kata-kata silih berganti

para terpapar sembunyi

jiwanya masuk ke persembunyian semut-semut, berlindung tanpa pegangan

hati mereka ciut, gagap tak bersuara

saat-saat mereka sedang menunggu pengadilan terburuk, sukmanya ditopang ke langit

….

Arena kita lahir di atas rahim Indonesia

tumbuh besar dan tegak di atas langit Indonesia mengait bintang gemintang di balik awan Indonesia, berlayar dengan hembusan angin sepoi-sepoi Indonesia ombaknya pun seperti nyanyian Indonesia

maka, robek-robeklah dadaku

robek-robeklah jiwaku

asal jangan robek merah putihku

Semoga lebih bermanfaat bagi Indonesia lebih bertoleran, Indonesia sejahtera, Indonesia yang cerdas dan Indonesia bersih dari korupsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00