Kontroversi Haji Permata, Rugikan Negara Rp214.35 Miliar

Haji Permata .jpg

KBRN, Jakarta: Belakangan, nama Haji Permata bermunculan di berbagai media. Pengusaha asal Batam, Kepulauan Riau ini tewas tertembak di Perairan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (15/1/2021) kemarin.

Haji Permata tertembak petugas Bea Cukai saat proses penangkapan terduka pelaku pembawa rokok ilegal.

Meski dikenal dermawan di masyarakat sekitar, Haji Permata juga tidak pernah jauh dari berbagai kontroversi. Pada 17 Aprik 2015, ia pernah divonis bersalah terkait kasus penyerangan Kanwil IV Direktorat Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri.

Akibatnya, Haji Permata dijatuhi vonis lima bulan kurungan penjara. Lebih ringan dari tuntutan jaksa saat itu, yakni 8 bulan.

Ia jadi didakwa karena dianggap sebagai otak pengerahan ratusan massa untuk menyerang Kantor Bea Cukai usai penangkapan dirinya atas kapal miliknya yang membawa barang ilegal.

Pada 30 Mei 2017, anak buahnya bernama Herman yang merupakan nakhoda KM Wahyu (216 GT) milik Haji Permata, divonis 18 bulan penjara dan dengan Rp20 juta oleh Pengadilan Negeri Batam.

Hal itu dikarenakan, Herman terbukti berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar dari Syahbandar

Pada 1 Desember 2019, speedboat yang dimiliki Haji Permata, dilaporkan bertabrakan dengan kapal patroli bea cukai di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dua ABK kapal Haji Permata tewas, setelah jatuh ke laut. Sementara satu petugas Bea Cukai terluka.

Bea Cukai mencatat, modus penyelundupan rokok dan minuman keras dengan High Speed Craft (HSC) sudah berkali-kali dilakukan kelompok Haji permata.

Menurut catatan Bea Cukai, pada tahun 2019 ada 31 tangkapan yang terdiri dari 12 HSC, dan 19 Kapal non- HSC yang berisi rokok dan minuman keras ilegal.

Selanjutnya, terdapat 20 tangkapan yang terdiri dari 8 HSC dan 12 Kapal non- HSC di tahun 2020. Dengan tangkapan ini, diperkirakan negara mengalami kerugian hingga lebih dari Rp214,35 miliar.

Baca Juga: Banyak Terlibat Kasus, Haji Permata 'The Godfather of Batam'

Kronologis Tewasnya Haji Permata

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Dirjen Bea dan Cukai, Syarif Hidayat sebelumnya menyebut, insiden ini bermula ketika massa Haji Permata melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan dua High Speed Craft (HSC) yang dikuasai Bea Cukai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api.

Dua HSC milik Haji Permata yang diamankan petugas Bea Cukai, sebelumnya diduga mengangkut rokok ilegal.

Akibat diserang, petugas mencoba mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan. 

Massa yang berjumlah belasan orang, secara brutal dikatakan menyerang petugas dengan senjata tajam sambil berupaya merangsek masuk ke HSC yang telah dikuasai Bea Cukai yang hanya dikawal oleh empat orang petugas.

“Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam maka petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukai” kata Syarif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00