632 Santri Positif, Infrastruktur AKB Wajib Terpenuhi

(DOK. Humas Pemprov Jawa Barat)

KBRN, Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan ada 632 santri di berbagai daerah Indonesia yang terpapar covid-19 usai liburan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.

Untuk itu, FSGI mendorong Kementerian Agama agar memastikan infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan sesuai AKB.

"Untuk mencegah pondok pesantren kembali menjadi kluster baru maka FSGI mendorong Kementerian Agama memastikan dengan sungguh-sungguh infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta kepatuhan terhadap protocol kesehatan sesuai AKB, untuk semua aktivitas, mulai dari santri bangun tidur, ibadah, belajar, makan, mandi, piket dan sampai tidur kembali," kata Wakil Sekjen FSGI, Mansur dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, katanya, Pemerintah Daerah (Satgas Covid-19) dapat melakukan intervensi kedalam Ponpes terkait kesiapan infrastruktur fisik maupun kesanggupan penerapan protokol kesehatan Covid-19 melalui pendekatan dan komunikasi yang baik dengan Tokoh Masyarakat maupun pengelola ponpes.

"Pengelola Pondok Pesantren juga harus melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan (SOP) ke seluruh waga pesantren dan orangtua santri. Juga memasang protocol keseharan/SOP sesuai lokasinya, misalnya Protokol kesehatan/SOP makan ditempel di ruang makan, Protokol/SOP belajar ditempel di dalam kelas, dan seterusnya,” jelasnya.

FSGI juga mendorong agar ponpes menerapkan kewajiban tes antigen untuk seluruh santri, pengelola, pengajar maupun petugas masuk dan kebersihan lainnya. 

"Ini untuk memastikan bahwa saat kembali ke ponpes para santri benar-benar dalam keadaan sehat,” pungkas Heru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00