Damanik Pemilik Kafe RM, Pernah Bertemu Warga

Surat penutupan permanen terhadap semua aktivitas Kafe Raja Murah (Kafe RM), di kawasan RW 04, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, oleh Satpol PP Jakarta Barat (Yorike/RRI)

KBRN, Jakarta: Berawal toko pakaian, disewa seseorang bernama Rudi menjadi arena billiard, kemudian pada 2013 berubah menjadi Kafe dan Bar dengan nama Raja Murah (RM) Kafe Restoran dan Bar.

"Pemiliknya yang sekarang bernama Damanik, saya pernah ketemu, ngobrol-ngobrol biasa saja," terang Ali Rosiani, Ketua RW 04, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, kepada rri.co.id dan awak media lainnya di lokasi Kafe RM, Jumat (26/2/2021).

Mungkin karena paham dengan warga setempat yang tidak setuju dengan kehadiran Kafe dan Bar di wilayah ini, pihak manajemen Kafe diakui Ali pernah melakukan pendekatan melalui dirinya.

"Ada pendekatan dengan saya, tapi saya nggak mau (mengizinkan Kafe). Setelah itu, kita tidak tahu lagi apa yang terjadi di dalam Kafe itu. Intinya dari awal warga ingin Kafe ini ditutup," tegas Ali.

BACA JUGA: Warga Tidak Pernah Setuju Kehadiran Kafe RM

Saat ini, Kafe RM sedang dirundung masalah karena terjadi penembakan oleh oknum polisi yang menewaskan tiga orang, dimana salah satunya anggota TNI AD aktif.

Menurut Ali, beberapa hari sebelum kejadian, dirinya sempat disarankan memberikan semua surat-surat imbauan program pencegahan penularan Covid-19 dari Pemerintah Daerah.

Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan berubah lagi menjadi PPKM Mikro, Ali telah memberikan surat imbauan tersebut kepada pihak Kafe RM.

"(Sudah) Saya berikan," ujar Ali singkat.

Namun memang aktivitas Kafe RM sepertinya terus berjalan, bukan di siang hari, akan tetapi mulai pukul 12 malam sampai pagi, setiap hari seperti itu.

BACA JUGA: Imbas Penembakan TNI, Polisi Dilarang Mabuk

"Selama ini kita gak tahu ada apa dan saya sendiri tidak pernah masuk ke situ (mencari tahu)," sambungnya.

Belum sempat melakukan tindakan, sampai akhirnya terjadilah peristiwa penembakan yang menewaskan tiga orang di dalam Kafe RM.

"Sebelumnya, dua minggu lalu saya disarankan menutup (Kafe) ini. Sampai akhirnya kemarin, jam delapan pagi ada telepon dari RT saya (bahwa terjadi peristiwa penembakan)," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, mengatakan, pihaknya telah menutup permanen Kafe RM, bukan hanya karena terjadinya peristiwa penembakan, namun karena sudah melanggar aturan PPKM yang diterapkan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

BACA JUGA: Ini Penuturan Warga Soal Penembakan Cafe Cengkareng

"Jadi hari ini kita melakukan penutupan permanen karena RM Kafe ini udah melakukan tiga kali pelanggaran, berdasarkan tindakan yang sudah dilakukan Satpol PP," kata Tamo Sijabat kepada rri.co.id dan awak media lainnya di Kafe RM, kawasan RW 04, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/2/2021).

Pelanggaran pertama, kata Tamo, tanggal 5 Oktober 2020, dan sudah dilakukan penindakan penutupan 1x24 jam (satu hari). 

Kemudian terjadi pelanggaran lagi tanggal 12 Oktober 2020, dan dikenakan denda administrasi Rp5 juta ditambah penutupan 3x24 jam (tiga hari).

"Nah hari ini, kita menyaksikan ada pelanggaran kemarin, termasuk jam tutupnya. Jadi karena sudah tiga kali (melanggar), sesuai dengan Pergub 3 tahun 2021 Pasal 28, kami lakukan penutupan permanen," tandas Tamo Sijabat. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00