Menilik Kembali Pesan Soeharto Soal Produk Asing

Foto: Tangkapan Layar YouTube

KBRN, Jakarta: Rekaman video pidato Presiden kedua RI Soeharto, pada 23 November 1995 atau 25 tahun lalu soal prediksi kondisi Indonesia di Tahun 2020 beredar.

Soeharto saat itu membicarakan prediksi Indonesia saat temu wicara pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian dan Pengamalan Nilai Kepahlawanan di Surabaya, pada 23 November 1995 silam.

Apa saja yang ia prediksi saat itu? Berikut rangkumannya:

1. Mempersiapkan kader bangsa

Soeharto dalam video tersebut menyebut jika kader bangsa harus disiapkan. Bukan saja untuk membangun negeri, namun juga menghadapi segala cobaan.

Salah satu yang harus disiapkan yakni adanya liberalisasi. Menurutnya, di tahun 2020 Indonesia akan menghadapi liberalisasi.

Para pelajar, menurutnya, harus ditanamkan untuk mencintai tanah air. 

2. Cintai produk dalam negeri

Dalam hal ini, Soeharto juga mengimbau agar semuanya dapat mencintai produk negeri.

"Anak-anak pelajar sekarang harus disiapken benar-benar untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri," ucap Soeharto.

"Para remaja yang sekarang nanti akan hidup di tahun 2020, akan menjadi benteng untuk mempertahanken daripada kelangsungan hidup negara dan bangsa," lanjut Soeharto.

Alasannya, agar pemuda tidak mudah tertarik dengan produk luar negeri yang harganya sangat murah.

"Kalau daripada para pemuda nanti kesengsem kepada produk yang murah baik, tapi hasil dari luar negeri, hancur daripada bangsanya," ujar Soeharto.

Imbauan Soeharto ternyata sejalan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ternyata juga meminta masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Namun menurutnya, cinta saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan benci produk luar negeri.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk- produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta yang disiarkan melalui kanal youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021) lalu.

Menurut Kepala Negara, kampanye serta ajakan cinta produk Indonesia dan benci produk luar negeri, penting digaungkan agar masyarakat loyal terhadap hasil karya anak bangsa.

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut, dengan jumlah penduduk yang begitu besar, seharusnya Indonesia memiliki konsumen yang loyal terhadap produk-produk dalam negeri.

"Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk kita sendiri, 270 juta adalah jumlah yang besar, pasar yang besar," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00