Media Ikut Informasikan Kecurangan Pilkada Kalteng

KBRN, Palangka Raya: Ketua Badan Bawaslu Kalimantan Tengah Satriadi mengatakan, pada penyelenggaraan Pilkada Serentak Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020 lalu, peran media sangat penting dalam menginformasikan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh masing masing pasangan calon (paslon) atau relawan. 

Menurut Satriadi, tidak semua dugaan pelanggaran dilaporkan oleh masyarakat. Selain itu, pihaknya juga tidak bisa memantau sejumlah dugaan pelanggaran itu karena luas wilayah dan keterbatasan jumlah sumber daya manusia. 

"Ketika pilkada serentak, kita juga terbantu dari kawan-kawan media yang menginformasikan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon. Tentunya itu kita tindak lanjuti. Bagaimana peran dari media ini juga sangat penting bagi Bawaslu," ucapnya di depan peserta Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Dalam Menghadapi Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024, di Palangka Raya, Rabu (2/6/2021). 

Pada kegiatan yang sama, Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalteng, Siti Wahidah menyebut, diundangnya sejumlah media dalam acara sosialisasi ini sebagai upaya ikut berpartisipasi dalam menyampaikan hal-hal baik dan benar menurut Undang-undang, serta mengedukasi tentang pengawasan tahapan pemilu tahun 2024 mendatang kepada masyarakat. 

"Oleh karena itu, masyarakat jika menemukan kecurangan bisa segera dilaporkan ke Bawaslu Kalteng. Jika tidak bisa ke provinsi, ada panwascam juga Bawaslu tingkat kabupaten yang lebih dekat. Janganlah takut, identitas pelapor akan kami rahasiakan," jelasnya. 

Kegiatan sosialisasi ini juga mengundang para tokoh agama, akademisi, instansi terkait di provinsi dan kota dan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) serta sejumlah wartawan dari media ternama di Kota Palangka Raya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00