Denny Indrayana Kembali Harus 'Gigit Jari'

KBRN, Banjarmasin: Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) nomor urut 2, Denny Indrayana kembali harus gigit jari atau kecewa setelah laporannya di Bawaslu RI tidak dilanjutkan karena dinilai tidak cukup bukti. 

Laporan Denny tersebut masih seputar dugaan penyalahgunaan wewenang yang ditudingkan kepada calon petahana nomor 1, Sahbirin Noor yakni memunculkan citra diri pencalonan terkait bantuan Covid-19 pada tandon air.

“Gugatan akan terus datang. MK akan tetap jadi puncak juang. Alhamdulillah, perjuangan masih panjang,” ujar mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini dalam keterangannya, Minggu (9/1/2021).

Sebelumnya, Denny sempat beberapa kali melaporkan Sahbirin Noor di masa kampanye di Bawaslu Kalsel dengan pasal yang sama yaitu Pasal 71 ayat (3) UU Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pilkada.

Namun, laporan itu rontok lantaran tidak memenuhi alat bukti. Tak hanya itu, laporan Denny juga pernah digugurkan Bawaslu RI melalui keputusan yang tertuang pada surat NOMOR: 01/Reg/K/TSM-PG/Bawaslu/XI/2020 hasil rapat pleno.

Laporan Denny selanjutnya yang rontok di Bawaslu Kalsel adalah terkait dugaan pelanggaran administrasi Terstruktur Sistematis, dan Masif (TSM) juga ditudingkan kepada Sahbirin Noor.

Berpegang pada acuan hukum Perbawaslu Nomor 9 Tahun 2020, Bawaslu Kalsel menghentikan laporan Denny melalui sidang pendahuluan.

Bawaslu Kalsel sendiri menyatakan tidak dapat  melanjutkan laporan itu, karena tidak terpenuhinya alat bukti berupa syarat materiil dugaan pelanggaran TSM.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00