Pelantikan Bupati Sabu Raijua Ditunda Kemendagri

Bupati terpilih Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur (NTT), Orient P Riwu Kore. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Prosesi pelantikan bupati dan wakil bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih ditunda. Padahal rencananya acara itu akan dilangsungkan pada Jumat (25/2/2021) besok.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Benny Irwan menjelaskan, penundaan dilakukan karena hasil kajian soal status kewarganegaraan Bupati terpilih Sabu Raijua Orient Riwu Kore dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) belum mereka terima, sekalipun sudah menjalani dua kali rapat.

"Ditunda sampai kita mendapatkan hasil kajian dari Kemenkumham," jelas Benny di Kantor Pusat Kemendagri, Kamis (26/2/2021).

Untuk itu, pihaknya memastikan akan terus melakukan komunikasi dengan pihak Kemenkumham, agar mereka segera menyampaikan hasil kajian.

"Saya yakin teman-teman Kemenkumham sedang berupaya secepat mungkin, karena ada tahapan-tahapan tentunya," imbuhnya.

Orient P Riwukore, disebut berstatus penduduk Amerika Serikat (AS) alias Warga Negara Asing (WNA).

Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kamis (4/2/2021), Orient memiliki sejumlah bidang tanah di California dan Alabama, AS.

Dalam LHKPN disebutkan, Orient memiliki tanah dan bangunan seluas 20 ribu meter persegi/120 persegi, di 215 W Woodland Drive Montgomery Alabama, AS senilai Rp7.506.650.000 (Rp7.5 miliar).

Ia juga memiliki tanah dan bangunan seluas 9 ribu meter persegi/400 meter persegi, di Silk Vine Drive Winchester, California. Aset tersebut bernilai Rp11.251.130.000 (Rp 11 miliar).

Selanjutnya, dia juga tercatat memiliki tanah dan bangunan seluas 20 ribu meter persegi/400 meter persegi, di Bancroft DR La Mesa, California yang bernilai sekitar Rp.12.974.237.500 (hampir Rp13 miliar).

Ketiga aset tanah dan bangunan di AS tersebut, terulis merupakan hasil sendiri. Oriet juga memiliki tanah di Kota Kupang yang merupakan sebuah warisan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00