FOKUS: #POLEMIK PARTAI DEMOKRAT

AHY Diingatkan Mengenai Etika Berpolitik

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto, Sabtu (4/4/2021) siang, menerima silaturahmi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajarannya (Rosihan Anwar/RRI)

KBRN, Yogyakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto, Sabtu (4/4/2021) siang, menerima silaturahmi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajarannya.

Dalam pertemuan tersebut, Haedar sempat memberi sedikit nasihat membangun untuk AHY.

"Untuk Mas AHY dan jajaran Partai Demokrat serta seluruh partai politik yang ada, mari tetap mengedepankan etika dalam kehidupan berpolitik. Jadikan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila sebagai pedoman. Sesungguhnya, orang yang tidak memiliki etika dia telah melakukan anomali berpolitik," paparnya.

Haedar menyoroti perilaku politik yang transaksional, politik yang cenderung oligarki, politik yang sampai batas tertentu oportunistik dan nir etika di Indonesia.

Selain kehidupan berpolitik, kata dia, pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam lebih di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta itu membahas beragam isu kebangsaan saat ini.

“Tentu dalam dua perspektif yang berbeda. Satu dari Mas AHY dari aspek politik (praktis) sebagaimana posisinya sebagai ketua umum Partai Demokrat dan kami (Muhammadiyah) dari perspektif kemasyarakatan dan kebangsaan yang tentu tidak masuk ke arena partai politik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Haedar berpesan empat  hal, pertama, tentang kondisi bangsa ini yang secara umum masih berada di dalam koridor demokrasi dan konstitusi, tetapi di satu sisi juga menghadapi sejumlah masalah dalam kehidupan berdemokrasi. 

Dalam konteks kehidupan kebangsaan maupun politik yang menjadi arena partai politik, Guru Besar UMY tersebut menegaskan semua pihak harus berdiri tegak di atas konstitusi. 

“Indonesia itu kuat dan akan tetap eksis karena dia memiliki konstitusi yang kuat, dari pembukaan UUD 45 serta berbagai macam UUD tempat di mana koridor kita berbangsa dan bernegara. Nah sekali ada deviasi terhadap konstitusi dan perundang-undangan maka biasanya akan timbul masalah dalam kehidupan kebangsaan kita, lebih-lebih konstitusi yang berkaitan dengan cita-cita luhur bangsa yang berkaitan sebagai  negara merdeka bersatu, berdaulat, adil dan Makmur yang itu menjadi cita-cita kehidupan bangsa kita oleh para pendiri negeri ini,” jelas Haedar.

AHY dalam kunjungannya didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Renville Antonio, dan Heri Sebayang Ketua DPD Partai Demokrat DIY. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00