FOKUS: #PPKM

Puan Maharani: Apapun Alasannya, Perbudakan Musuh Kemanusiaan

Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam sebuah acara di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu / Puan Maharani berharap agar temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, diusut tuntas. Ia pun mengecam dugaan adanya dugaan perbudakan manusia di lokasi tersebut. (Foto: Dok. DPR RI)

KBRN, Jakarta: Polisi mengungkapkan, kerangkeng di rumah Bupati Langkat Nonaktif awalnya digunakan untuk pembinaan terhadap remaja nakal dan pecandu narkoba. 

Namun para penghuni sel penjara kemudian dipekerjakan di lahan industri komoditas kelapa sawit milik sang Bupati dengan maksud sebagai pembekalan keahlian.

Hanya saja selama pembinaan itu, mereka tidak diberi upah, bahkan mereka mengalami perlakuan tidak manusiawi serta dikunci dalam kerangkeng.

Ketua DPR RI Puan Maharani berharap agar temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, diusut tuntas. 

BACA JUGA: Kerangkeng Manusia Langkat, Puan Maharani: Usut Tuntas

Ia pun mengecam adanya dugaan perbudakan manusia di lokasi tersebut.

“Apapun alasannya, perbudakan adalah musuh kemanusiaan, seteru peradaban,” kata Puan melalui keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Mantan Menko PMK ini juga menyoroti laporan polisi bahwa kegiatan pembinaan di rumah Bupati Langkat tersebut tidak memiliki izin meski sudah beroperasi selama 10 tahun.

“Melakukan pembinaan dengan mengurung seseorang di dalam penjara bukan hal yang bisa dibenarkan,” sebut Cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

Puan menilai, kasus dugaan perbudakan oleh Bupati Langkat harus dijadikan pelajaran untuk semua pihak.

“Kita semua perlu memahami bahwa niat baik yang dilakukan dengan melanggar ketentuan pada akhirnya justru melahirkan permasalahan besar. Sehingga dalam setiap tindakan, kita harus betul-betul memperhatikan mekanisme dan hukum yang berlaku,” tutup Puan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar