Anggota DPR Minta Pemerintah Maksimal Antisipasi Hepatitis

Anggota DPR RI Rahmad Handoyo meminta pemerintah maksimal dalam mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut. (Foto: DPR RI/Parlementaria)

KBRN, Jakarta: Komisi IX DPR meminta pemerintah mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut. Pemerintah pun diingatkan agar memprioritaskan upaya deteksi dini, agar penyakit ini tidak mewabah.

“Kami berharap pemerintah lebih mengoptimalkan upaya antisipasi penyebaran hepatitis akut, mengingat sudah cukup banyak kasus ditemukan di Tanah Air,” kata Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo, kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022). 

Hingga 17 Mei 2022 dilaporkan dugaan kasus hepatitis akut terhadap anak di Indonesia sudah mencapai 14 kasus dan tersebar di beberapa daerah. Rinciannya satu kasus berstatus probable atau diduga kuat terinfeksi, dan 13 kasus pending classification (gejala sama tapi belum ada hasil pemeriksaan).

Rahmad mengatakan, belajar dari kondisi awal pandemi covid-19, pemerintah didorong lebih sigap dalam melakukan sosialisasi dan edukasi. Ini terkait situasi yang terjadi untuk penyakit hepatitis akut.

“Bagaimana gejala dan antisipasi penyakit ini? Pemerintah harus lebih gencar membumikan segala informasi kepada masyarakat, khususnya para orangtua,” jelasnya. 

Legislator dari Dapil Jawa Tengah V tersebut meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pemerintah daerah proaktif dalam melakukan riset terkait penyakit hepatitis akut. Apalagi, kata Rahmad, sejumlah kasus yang diduga hepatitis akut telah ditemukan di beberapa daerah.

“Penelitian kesehatan dapat dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BRIN. Caranya dengan menggandeng seluruh rumah sakit maupun kalangan kampus agar penyebaran hepatitis akut tidak meluas,” ungkapnya. 

Menurut Rahmad, ketidakpastian penyebab hepatitis akut tentu mengkhawatirkan orangtua. Terutama, saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah mulai berjalan.

“Oleh karenanya, kami mengimbau pemerintah untuk terus memantau dengan ketat pelaksanaan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai keselamatan dan masa depan anak bangsa direnggut Hepatitis Akut karena kelalaian dalam melakukan antisipasi penyebaran penyakit ini,” tukasnya. 

Komisi IX yang membidangi urusan kesehatan akan menggelar rapat kerja (raker) bersama Kemenkes pada Senin (23/5/2022) untuk membahas permasalahan hepatitis akut.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar