Jokowi Kader Sang Rival Jadi Presiden 2024

Foto (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Masuknya Prabowo Subianto Djojohadikusumo sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju bukan sekedar mengisi bangku kosong, namun sebuah ujian, mampukah Prabowo melanjutkan estafet kepemimpinan di 2024.

"Ini bagian dari ujian, sejauh mana kau (Prabowo, red) akan loyal dari tugas yang saya (Presiden Jokowi, red) berikan. Itu akan menjadi, apakah Prabowo layak untuk dijadikan presiden. Ini semacam sekolah loyalitas bagi Prabowo di kabinet," kata Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada rri.co.id, Sabtu (8/8/2020). 

BACA JUGA: Jadi Ketum Gerindra Lagi, Ini Profil Prabowo

Menurut Ferdinand, arah politik itu juga sudah sangat terlihat dari dinamika pilkada sekarang, saat PDIP dan Gerindra begitu sangat bekerja sama total. Ada komintmen jangka panjang antara PDIP dan Gerindra.  

"Mulai dari masuknya Pak Prabowo ke jajaran kabinet, hingga kita sambungkan ke Pilkada. Kesepakatannya kita tidak tau, namun saya duga ada kesepakatan mencari siapa menggantikan kepemimpinan Pak Jokowi di 2024, ini tidak sekedar komitmen biasa," kata Ferdinand.

BACA JUGA: Jokowi Megawati Saksi, Prabowo Ketum Gerindra Lagi

Ferdinad mengatakan, dalam berjalannya Kabinet Indonesia Maju, saat ini tampak sekali Presiden Jokowi sangat peracaya pada Prabowo. Sampai Jokowi menugaskan Prabowo mengurus persoalan pangan. 

"Ini tidak akan terjadi, jika Pak Jokowi tidak punya rencana jangka panjang. Langkah beliau membeli alutsista besar-besaran, dan banyak membeli dari Amerika, tentu itu sudah dalam persetujuan Jokowi. Ini bagian strategi, ini tidak pernah terungkap dan tersampaikan, tapi kita bisa membaca ada komitmen yang terjadi di balik semua ini, ada rencana politik ke depan," jelasnya.

BACA JUGA: Aklamasi Jadi Ketum, Prabowo 'Ngotot' Maju Pilpres

Dengan itu semua, Ferdinand meyakini Prabowo akan didaulat sebagai tokoh yang akan melanjutkan kepemimpinan Jokowi sebagai presiden di 2024.

"Hampir dipastikan, 99,99 persen, Prabowo akan didaulat oleh elit-elit yang sekarang bekuasa, untuk meneruskan kepemimpina ke depan, kecuali terjadi perubahan politik, contoh kesehatan, sehingga berhalangan maju sebagai calon presiden," sebutnya.

Ferdinad menilai, masuknya Prabowo ke kabinet Jokowi, merupakan langkah membentuk citra diri Prabowo di tengah publik. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya tugas yang diberikan Jokowi ke Prabowo. 

"Justru masuknya Prabowo ke kabinet, sebagai salah satu gerbang Prabowo dapat mewujudkan hasrat politiknya yang puluhan tahun bercita-cita jadi Presiden. Kenapa beliau mau jadi bawahan Jokowi, itu satu jalan untuk memuluskan hasrat politiknya. Apapun ceritanya, politik kita tidak dapat lepas dari pengaruh politik penguasa, baik itu di Parpol, maupun penguasa pemerintahan," ungkapnya.

BACA JUGA: Ini Sejarah Prabowo Subianto Jadi Ketum Gerindra

Saat ini, tambah Ferdinand, ujian yang dijalani Prabowo sangat berjalan dengan baik. Banyak hal yang ditugaskan Jokowi, dan Prabowo mampu mengerjakanya. Sebaliknya, juga belum ada Jokowi melakukan kritikan keras terhadap kinerja Prabowo.

"Prabowo menunjukkan itu secara baik, belum pernah beseberangan pemikiran dengan presiden, sebaliknya belum ada juga Jokowi menegur kinerja Kementerian Pertahanan. Saya yakin ke depan akan banyak pekerjaan yang diberikan kepada Prabowo, karena ujiannya akan semakin ketat. Pekerjaan ini akan menunjukkan siapa Prabowo ke publik, apakah dia memang orang yang mampu, atau hanya bisa bicara, atau bisa bekerja, jadi ini sekolah loyalitas pada elit penentu politik kita sekarang. Ini sekolah kemampuan kepada publik," pungkansya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00