Menertibkan ASN Terpapar Paham Radikal

Ilustrasi / Pegawai Negeri Sipil (ASN) berkumpul di halaman kantor (Dok. Istimewa/cnnindonesia)

KBRN, Palangka Raya: Paham radikalisme harus segera dibasmi dari bumi Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menganut ideologi Pancasila, kini sedang dihadapkan pada ideologi yang tidak murni lahir dari bangsa dengan kultur toleran dan moderat.

Bahkan yang lebih mengejutkan, ada beberapa Aparatur Sipil Negara atau ASN yang kini sudah terkontaminasi dengan paham radikal, dan harus segera ditertibkan.

“Dengan demikian, ASN yang teracuni gaya pikiran radikal nantinya harus berhadapan dengan norma nilai dan sistem yang sudah berlaku dalam bidang kepegawaian,” jelas Kepala Bidang Kepegawaian BKD Provinsi Kalteng, Suhufi Ibrahim, kepada RRI di Palangka Raya, Rabu (27/1/2021).

BACA JUGA: Jaringan Teroris Aceh Rakit Bom untuk Amaliyah

Menurutnya, ASN itu sudah diikat dengan sumpah janji seorang Abdi Negara.

Mereka harus berpihak kepada bangsa dan negara termasuk menjaga dan melindungi ideologi negara dari pengaruh luar.

Jika mereka melanggarnya, tentu akan ada pelanggaran aturan dan kedisplinan pegawai yang sudah seharusnya memberi contoh untuk taat kepada negara beserta ideologinya, yakni Pancasila.

“Jika nantinya dapat dibuktikan adanya penyimpangan ideologi, tentu ASN yang bersangkutan akan berhadapan dengan sanksi kepegawaian, ditambah lagi dengan konsekuensi hukum,” jelasnya.

Sementara itu, seorang pengamat sosial Palangka Raya, Ferry Irawan, mengungkapkan, selain individu ASN yang harus menertibkan diri, ada juga penilaian dan evaluasi dari atasannya.

BACA JUGA: Jaringan Teroris Aceh Berprofesi ASN Hingga Pengusaha

Sehingga jika ada bibit radikalisme, bisa dilakukan pendekatan emosional.

“Dengan demikian persoalan radikalisasi ini haruslah dihadapi dengan keteguhan menjaga nilai Pancasila dari pada paham lain,” ucapnya.

Memang pada dasarnya, paham radikal akan tergerus dan hilang jika setiap insan Indonesia memegang teguh nilai Pancasila.

Dengan kata lain, paham radikalisme tentu akan mendapat resistensi jika elemen masyarakat masih kuat menjunjung Pancasila.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00