Anggota TNI Satgas BKO Dianiaya Preman Kampung

KBRN, Ambon: Salah satu anggota TNI Satgas BKO Pam Puter, Pratu Ahmad Rijal Assel mengalami nasib naas. Berpisah dari keluarga untuk melakukan pengamanan di daerah perbatasan Kabupaten Maluku Barat Daya-Timor Leste, prajurit ini malah jadi korban penganiayaan. 

Persoalannya sangat sepele, hanya karena Pratu Ahmad menumpang menggunakan wifi di SMP Kristen II Desa Abusur, Kecamatan Kisar, Kabupaten MBD untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Persoalan tersebut kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, pelaku penganiayaan adalah Wemly Memi Frans. Pemuda pengangguran berusia 30 tahun warga Desa Abusur ini memang dikenal warga setempat sebagai preman kampung. Dia sering membentak-bentak warga bahkan aparat TNI dan kepolisian yang bertugas. 

Saat kejadian, Pratu Ahmad sedang melakukan video call bersama keluarga karena tidak bisa pulang merayakan Lebaran Idul Fitri di Kabupaten Seram Bagian Barat. Masa tugasnya untuk menjaga wilayah perbatasan pulau-pulau terluar di Maluku belum berakhir. 

Ketika sedang melepas kangen melalui video call, tanpa alasan yang jelas, Frans alias Memi menyerang pratu Ahmad menggunakan bongkahan batu. Lemparan itu tepat mengenai belakang kepala sehingga menimbulkan luka sobek . 

Kapolsek Kisar, AKP Sulaiman mengatakan, penganiayaan terjadi Sabtu (8/5/2021) pukul 23.30 Wit. 

“Penganiayaannya terjadi Sabtu (8/5) pukul 23.30 WIT, dan dilapor pukul 13.00 WIT,” ungkap Kapolsek Kisar AKP Sulaeman, saat dihubungi, Jumat (14/5/2021).

Setelah menerima laporan tersebut, diakuinya tim Anti Bandit Polsek Perbatasan Pulau Terluar telah melakukan penyisiran di sebuah desa dan berhasil menangkap pelaku yang sempat bersembunyi di rumah kepala desa (Kades) Abusur. 

Menurutnya, saat di tangkap preman kampung ini sempat melakukan perlawanan, namun berhasil digelandang ke Polsek Kisar. 

Dihadapan petugas kepolisian, Memi mengaku sudah membuat rencana untuk menghabisi korban, namun korban sempat menyelamatkan diri.Saat ini, pelaku diamankan di Rumah Tahanan Nasional (Rutan) Mako Polsek pulau terluar Maluku Barat Daya dengan ancaman pasal berlapis Primer 353 ayat 1 subsider pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan berencana. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00