FOKUS: #PPKM MIKRO

Penebalan PPKM Mikro Jatim, TNI Tambah Pasukan

KBRN, Surabaya: Zona merah Covid-19 dengan 753 kasus terkonfirmasi menjadi perhatian besar saat ini di Bangkalan, Jawa Timur.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, akan menambah pasukan guna mencegah meningkatnya kasus baru Covid-19, dan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di sekitar Jawa Timur.

"Pasukan TNI dari Marinir, Yonif Mekanis 516/CY dan Yonarh 8/MBC akan memperkuat pelaksanaan PPKM Mikro bertugas di lokasi penyekatan sisi Jembatan Suramadu dan dari arah Sampang, Pamekasan, Sumenep. Warga yang akan melintas harus melaksanakan swab antigen, juga terhadap penumpang di Pelabuhan Kamal dan Tanjung Perak," kata Hadi di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/6/2021).

Dia juga mengatakan, penambahan pasukan juga dibantu pasukan Brimob dari Polda Jawa Timur.

Pernyataan Panglima TNI har ini disampaikan dalam Rapat Penanganan Covid-19 Jawa Timur diketuai Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dengan dihadiri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Setiap petugas yang bertugas di PPKM Skala Mikro harus mengetahui tugasnya secara detail dengan memberi pemahaman yang baik. Sehingga, setiap petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal. Baik untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, penyekatan, testing, tracing, pengawasan isolasi mandiri, pemantauan dan distribusi logistik,” kata Hadi.

Panglima TNI juga menekankan, para petugas untuk melaksanakan terus pemantauan kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan, BOR (Bed Occupancy Rate) ICU, dan BOR isolasi untuk dilaporkan data tersebut secara obyektif.

"Agar menjadi bahan evaluasi yang obyektif. Data yang obyektif tentu akan memungkinkan untuk mengambil langkah antisipasi dengan segera. (Itu, red) untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali,” kata Hadi.

Dia juga mengatakan, pelayanan juga harus berjalan dengan baik.

"Yaitu ketersediaan tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan, tempat dan pelaksanaan isolasi mandiri. Dan tentunya hal tersebut harus selalu dievaluasi guna mengambil langkah perbaikan yang dibutuhkan," kata dia.

Setiap petugas, kata dia, harus memahami tugas Posko PPKM Mikro.

"Di antaranya adalah pelacakan kontak erat, pengawasan ketat isolasi mandiri, menutup tempat umum, melarang kerumunan, membatasi keluar masuk RT/RW serta pencatatan data,” tegas Panglima TNI.

Rapat diikuti pula oleh Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya, Pangkoarmada II, Pangkoops AU II, Kapolda Jatim, Danpuspenerbal, Dankormar, Kabinda Jatim, Danlanudal, Asops Kasdam V/Brawijaya, Kakesdam V/Brawijaya, PLT Dirbinmas Polda Jatim, Kapolresta Sidoarjo, Kasat brimob Polda Jateng, Yonif Mekanis 516/CY dan Danyon Arhanud 8/MBC. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00