Polisi Gadungan Ditangkap, Mengaku Anggota Satreskrim

KBRN, Madiun: Seorang pria pengangguran, ADT (45) ditangkap jajaran Polres Madiun Kota setelah diduga melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai seorang anggota Polri bernama AKP Ahmad Jamiludin berdinas di Satreskrim Polres Madiun Kota.

Dalam menjalankan aksi penipuannya, polisi gadungan ini menjanjikan memasukkan anak dan keponakan korban bekerja di beberapa perkantoran.

"Keterangannya mengaku sebagai anggota Polri berpangkat AKP. Dia ini mengaku bernama Ahmad Jamaludin, S.H. Sementara ini dokumen atau kartu anggota belum ditemukan. Karena dia mengakunya di Reskrim makanya bajunya preman. Tersangka ini tidak bekerja, pengangguran. Cuma dia memiliki ide seperti ini karena pandemi mungkin dia berpikir bagaimana caranya mendapat penghasilan,” ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Madiun, Kamis (23/9/2021).

Eka mengatakan, pelaku yang merupakan warga Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini memperdaya korban yang berprofesi sebagai seorang guru di Magetan, dengan kerugian korban mencapai Rp68 juta.

AKBP Dewa menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya korban lain. Untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak kembali terulang, Ia menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. 

Menurutnya, ketika didatangi seseorang mengaku anggota Polri yang meminta sejumlah uang atau menjanjikan sesuatu, masyarakat diminta melakukan pengecekan di Polsek maupun Polres setempat, ada tidaknya nama oknum tersebut.

“Karena polisi itu dalam bertugas tentu ada identitas berupa uniform (seragam polisi) jika dia berdinas, maupun tanpa seragam polisi resmi. Nah kalau ada yang mengaku anggota Polri, lebih baik masyarakat datangi saja kantor polisi setempat. Tanyakan ada tidak, nama yang bersangkutan. Atau kalau misalnya di lapangan silahkan lihat surat tugasnya, apa yang dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu tersangka ADT mengaku melakukan aksinya secara spontan. Uang aksi kejahatan itu dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Uangnya untuk makan. Ya memang spontan saja (melakukan penipuan)" katanya singkat.

Atas tindakannya tersangka dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara. Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Polres Madiun Kota guna proses hukum lebih lanjut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00