Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran Uang Palsu

KBRN, Jakarta: Polri masih mengingatkan masyarakat akan penyebaran uang palsu yang masih sangat mungkin terjadi terlebih di pasar tradisional. Pasalnya, pasar tradisional masih belum memiliki sistem untuk mengetahui uang tersebut palsu atau tidak.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menambahkan, pratik pemalsuan uang ini dapat berdampak buruk di masyarakat. Bisa saja, menghilangkan kepercayaan masyarakat tehadap mata uang rupiah.

"Kita perlu cermati bersama dan tetunya Bareskrim Polri terus bekerja sama dengan instansi lainnya terkait peredaran uang palsu ini," kata Rusdi dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Kamis (23/9/2021).

Modus lainnya, para pelaku kerap mengiming-imingi korbannya dengan kemampuan melipat gandakan uang. Ternyata, dalam praktiknya, uang yang diberikan kepada korban merupakan uang palsudl dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing. 

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah mengungkap kasus tindak pidana uang palsu dalam pecahan Rupiah dan Dollar Amerika. Kasus tersebut ada dalam jaringan di wilayah  Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kasus yang terdiri dari jaringan pengedar uang palsu, pembuat uang palsu, dan pengedar serta pembuat uang palsu tersebut, menghasilkan 20 orang sebagai tersangka dari lima kota. Pengungkapan ini berdasarkan empat laporan polisi, tiga jaringan, dan dua dapur pembuat uang palsu.

“Jadi kami berhasil menangkap haringan pengganda uang, dan berhasil mengungkap di mana uang palsu itu dibuat, yakni di Sukoharjo dan Demak,” ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Whisnu Hermawan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 1 dan atau ayat 2 dan atau ayat 3 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp10 miliar. Lalu, Pasal 245 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Foto: Ilustrasi/ Istimewa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00