Ini Alasan Pelaku Rampok Ibu-ibu di Cipulir

M, pelaku pencurian yang tega membacok seorang Ibu di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, saat diekspos di Mapolres Metro Jaksel, Kamis (23/9/2021).jpeg

KBRN, Jakarta: Terlilit utang, menjadi alasan M tega merampok dan membacok seorang ibu bernama Titing di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Azis Andriansyah mengungkapkan, bahwa motif tersebut diketahui setelah pelaku  berhasil ditangkap di kawasan Bangkalan, Madura.

"(Pelaku) mengaku melakukan kejahatan itu karena hutang pada temannya," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Metro Jaksel, Kamis (23/9/2021).

Azis menyebutkan, pelaku terlilit hutang karena kalah berjudi. Menurut Azis, pelaku sudah kesekian kalinya melakukan aksi merampok seperti itu.

Azis menjelaskan, pelaku tidak pernah menargetkan sasarannya. Menurut Azis, pelaku dalam melakukan aksinya memilih secara acak calon korbannya dan kebetulan Titing sedang melintas di lokasi kejadian.

Sebelum beraksi, lanjut Azis, pelaku berkeliaran terlebih dahulu untuk mencari korban. Saat bertemu Titing, pelaku membacoknya lantaran Titing mencoba melawan dan mempertahankan barang berharga miliknya.

"Saat itu korban melintas, lalu didatangi pelaku untuk meminta beberapa barang berharga, salah satunya handphone, tapi korban ini tak mau menyerahkan barang tersebut sehingga pelaku melakukan pemaksaan dengan cara kekerasan, melukai pakai sajam yang membuat korban luka di telapak tangan robek, siku, dan lengannya karena menangkis," ujarnya.

Setelah melancarkan aksinya, Azis mengatakan, pelaku pun kabur sambil membawa telepon genggam korban.

Sementara korban yang terluka lalu dilarikan ke tumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Polisi pun kemudian membentuk tim untuk melacak pelaku hingga akhirnya pelaku diringkus di Bangkalan, Madura.

"Pelaku sudah tinggal di Cipulir selama dua tahun, dia bekerja sebagai buruh kelapa, membantu orang tuanya menjual kelapa. Meski sudah beberapa kali melakukan kejahatan, baru kali ini pelaku tertangkap," katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni dua buah telepon genggam dan satu senjata tajam jenis pisau.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau perampokan dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00