Okmun Polisi 'Smackdown' Setahun Tak Digaji

KBRN, Kabupaten Tangerang: Brigadir NP, oknum dari Polresta Tangerang Kabupaten atas aksi 'smackdown' akhirnya diputus bersalah dan disanksi berat. 

Tidak hanya ditahan dan diturunkan pangkat, namun Brigadir NP tidak digaji selama satu tahun ke depan. 

Hal itu berdasarkan sidang etik yang digelar Bid Propam Polda Banten dan langsung disupervisi oleh Divisi Propam Mabes Polri di Mapolda Banten sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. 

"Terhadap Brigadir NP telah dengan sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran aturan disiplin anggota Polri, Brigadir NP diberi sanksi terberat secara berlapis mulai dari penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan dan memberikan teguran tertulis yang secara administrasi akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan," beber Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga kepada rri.co.id, Kamis (21/10/2021). 

Ditambahkan Shinto, adapun alasan penjatuhan sanksi tersebut dilakukan lantaran Brigadir NP dianggap telah bersalah dan melakukan pelanggaran sesuai SOP dalam pengamanan aksi demonstrasi yang dilakukan pihak Kepolisian. 

"Yang meringankan Brigadir NP sehingga hanya dijatuhi hukuman itu adalah Brigadir NP mengakui dan menyesali perbuatannya, bahkan meminta maaf secara langsung kepada korban. Brigadir NP sudah 12 tahun pengabdian tanpa pernah dihukum disiplin, Kode Etik juga pidana, Brigadir NP aktif dalam pengungkapan perkara atensi publik seperti kejahatan jalanan, dan pembunuhan, Brigadir NP memiliki istri dengan tiga orang anak, dan Brigadir NP masih relatif muda," lanjutnya. 

Namun demikian, Brigadir NP akan bisa diajukan ke jalur pidana bila memang korban MFA melaporkan tindakan Brigadir NP ini ke pihak Kepolisian. 

"Kalau memang korbannya sendiri melapor dan mengajukan pidana maka kita akan proses pidananya. Namun demikian tadi yang bersangkutan (korban MFA) bilang akan pikir-pikir dulu ya kita tunggu," tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00