Polisi Ringkus Pelaku Penggelapan Kerupuk Miliaran Rupiah

Salah satu tersangka penggelapan kerupuk senilai Rp3 miliar di Tangerang langsung ditetapkan tersangka oleh polisi/ Istimewa

KBRN, Tangerang: Polresta Tangerang, Banten meringkus lima orang yang diduga melakukan penggelapan kerupuk milik PT Tanindo Prima Multi, senilai Rp3 miliar. 

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini menjelaskan, mereka masing-masing berinisial  YS, seorang staf gudang dan dua supir berinisial SM dan UW. Kemudian, SH serta AY selaku penadahnya.

"Dari hasil audit perusahaan kerugian sekitar Rp3 miliar. Angkanya sebesar itu karena penggelapan tersebut sudah berlangsung selama delapan tahun," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

Menurut Zamrul, kasus tersebut terungkap setelah Samsuri, Direktur PT Tanindo Prima Multi melaporkan dugaan adanya tindak penggelapan di pabrik tersebut.

Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian berhasil meringkus tiga pelaku dan dua penadah penggelapan. Diduga perbuatan melawan hukum itu terjadi sejak tahun 2014 hingga Maret 2022.

"Pihak manajemen sudah mulai curiga terhadap salah satu karyawan yang diduga melakukan penggelapan. Setelah kami terima laporannya, langsung diselidiki," ujarnya.

"Satu staf dan dua supir kami tetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Ketiganya bekerjasama mengeluarkan barang dari gudang tanpa surat jalan, kemudian di simpan disalah satu kontrakan di daerah daerah Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang," sambung Zamrul.

Kemudian, lanjutnya, barang dari hasil penggelapan tersebut dijual kepada langgalan yang biasanya membeli ke PT Tanindo Prima Multi dengan harga murah.

"Selain satu orang staf dan dua supir, kami amankan juga dua penadah berinisial SH dan AY," bebernya.

Dari pengakuan SH dan AY, mereka tergiur membeli kerupuk kepada YS karena ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah. Bahkan, dalam sekali melakukan aksinya ketiga tersangka tersebut mampu mengeluarkan 500-1.000 bal kerupuk dari gudang tanpa surat jalan.

"YS itu mempersiapkan barang dari gudang. Biasanya dalam sekali beraksi bisa 500 sampai 1.000 bal kerupuk diangkut keluar dari gudang tanpa surat jalan," ungkapnya.

Setelah barang disiapkan oleh YS, dua tersangka lain, yakni supir bertugas mengangkut dan mengantarkan kerupuk hasil penggelapan tersebut ke sebuah kontrakan di daerah Kuta Bumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

"Jadi sebelumnya mereka ini sudah mempersiapkan tempat penyimpanan barang hasil penggelapan tersebut. Kemudian setelah barang berhasil keluar dari gudang, mereka mengantar barang tersebut ke kontrakan," tuturnya.

Tidak hanya para tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti, rekaman CCTV, dua kendaraan roda empat, 1.000 bal kerupuk dari dalam kontrakan dan uang tunai sebesar Rp83 juta.

"Kendaraan yang diamanakan adalah satu truk pengangkut kerupuk dan satu mobil milik salah satu tersangka yang dibeli menggunakan uang hasil kejahatan. Sementara uang Rp83 juta disita dari tangan tersangka," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar