Polri Mengamankan Kapal Tanker Penimbun BBM Bersubsidi

Aparat kepolisian periksa tengki kapal tanker bawa solar subsidi, Rabu (25/5/2022). (Foto: Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta:  Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengamankan sebuah kapal tanker Permata Nusantara V di wilayah Perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/5/2022).

Kapal diamankan petugas Dittipdter karena digunakan sindikat mafia solar asal Pati, Jawa Tengah menimbun sekaligus membawa BBM bersubsidi. Tim Bareskrim bersama Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan peninjauan terhadap kapal milik PT. Aldi Perkasa Energi tersebut. 

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan beserta Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto yang ikut dalam peninjauan ini langsung membuka salah satu tangki. 

Nampak di dalam tangki itu solar bersubsidi yang selama ini diperjualbelikan mafia solar dengan harga non subsidi kepada beberapa pihak, termasuk nelayan dan industri.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, modus operandi yang dilakukan para pelaku, yakni mengambil solar bersubsidi dari SPBU menggunakan mobil modifikasi lalu ditampung di sebuah gudang, kemudian diangkut menggunakan kapal tanker ini.

"Kapal ini diamankan oleh penyidik terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM jenis solar sebagai tindak lanjut penanganan kasus yang telah dirilis di Pati," kata Ahmad di lokasi, Rabu (25/5/2022). 

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan, kapal Permata Nusantara V awalnya terdeteksi terakhir kali berada di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Beberapa hari lalu, kapal itu diketahui sedang melakukan pengisian BBM sebelum kembali berlayar.

Saat itulah polisi menerima informasi kapal akan bertolak ke Pelabuhan Tanjung Priok dan langsung mengamankannya.

"Awal mulanya kapal ada di dermaga di Tanjung Mas. Namun demikian, pada saat kita mau cek, ternyata sudah berjalan ke Tanjung Priok," ucap Rismanto.

Menurut Rismanto, kapal ini membawa sebanyak 499.000 liter solar ketika diamankan di Teluk Jakarta. Diduga kuat BBM solar dalam kapal ini disuplai PT Aldi Perkasa Energi.

Perusahaan tersebut diduga menampung BBM bersubsidi dari daratan untuk ditimbun di kapal tersebut.

"Diduga kuat berdasarkan keterangan dan dokumen-dokumen yang ada ternyata mereka mensuplai ke kapal ini," ucap Rismanto.

Diinformasikan, sebanyak 12 orang ditetapkan tersangka menjual bahan bakar atau BBM subsidi jenis solar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Polisi pun mendalami adanya kapal tanker yang diduga berhubungan dengan kasus yang ada di Pati ini.

Untuk penyelidikan kasus kapan tangker ini, Bareskrim akan melibatkan Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk membantuk proses penyelidikan. 

Nantinya pihak kepolisian juga akn memeriksa perushaan-perusahaan lain yang bekerja sama dengan PT Aldi Perkasa tdan juga Perushaan Oatra Niaga Pertamina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar