Korban Malpraktik Silikon Meninggal karena Hambatan Jaringan

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, bersama jajaran saat sedang memamerkan barang bukti dalam kasus malpraktik suntik silikon di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022). (Deni Muhtarudin).jpeg

KBRN, Jakarta: Polisi memastikan, penyebab kematian perempuan berinsial di sebuah kamar di apartemen yang berada di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, karena adanya hambatan jaringan pada bagian pantat. Hal itu disebabkan oleh praktik suntik silikon yang dilakukan transpuan bernama Lisa (29).

Hal itu menepis dugaan kalau korban I meninggal karena over dosis narkotika jenis sabu. Dugaan itu mencuat lantaran ditemukan bong sabu di kamar apartemen korban ketika polisi menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kami sudah cek, hasil autopsi dan sebagainya tidak ada terkait masalah penggunaan itu (sabu) untuk saat itu," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Setelah membawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, polisi langsung melakukan proses autopsi. Polisi turut memeriksa darah dan urine korban, dan tidak mendapati adanya kandungan sabu.

"Tidak ada, hasil darah urine sudah kami cek saat itu waktu dia meninggal tidak menggunakan barang-barang terkait masalah narkoba," ujar Ridwan.

Soal temuan bong sabu, Ridwan mengatakan, benda itu sudah berada lama di kamar apartemen tersebut. Hanya saja, Ridwan tidak menjelaskan lebih rinci.

"Sepertinya di stand by-kan di situ (kamar)," katanya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengungkapkan, secara garis besar ada gangguan jaringan di sekitar bokong korban. Hanya saja, Budhi tidak dapat menjelaskan secara rinci, lantaran pihak dokter yang memberikan keterangan tersebut.

"Berdasarkan hasil autopsi ada gangguan jaringan, nah gangguan jaringan ini tentunya dokter yang mungkin akan menjelaskan penyebabnya kenapa, yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan yang disebabkan oleh masuknya benda ke dalam di bokong korban," ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini polisi telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu A alias Lisa dan RH alias Bela.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari satu jerigen berisi cairan silikon, cairan etanol, satu kardus jarum suntik hingga ponsel genggam.

Atas perbuatannya, polisi menjerat Lisa dan Bela menggunakan Pasal 359 KUHP jo Pasal 197 dan Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar