Cerita Ipda Suharyanto Menjaga Keamanan Perbatasan

Kapolsek Mukok Sanggau, Kalimantan Barat Ipda Suharyanto dalam menjalankan tugasnya sehari-hari terus memburu para

KBRN, Jakarta: Totalitas pengabdian, kata yang tepat untuk menilai sosok Ipda Suharyanto, saat bertugas sebagai Kapolsek Mukok Sanggau, Kalimantan Barat.

"Kalau menjadi polisi itu profesi maka kita keluar dari marwah, kita harus mengabdi, kita harus ibadah. Jadi kita harus mencintai apa yang menjadi pekerjaan kita terutama kita membantu masyarakat, kita menolong masyarakat anggap saja kita menolong sesama sesuai dengan slogan kita Melindungi dan Mengayomi Masyarakat," cerita Suharyanto dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa (5/7/2022). 

Selama pengabdiannya di Polri hampir 30 tahun, Suharyanto banyak bertugas di pedalaman Kalimantan Barat, yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Saya jadi Kapolsek di Mukok sudah berjalan 1 tahun 3 bulan, alhamdulillah betah karena memang dari awal penempatan di Polres Sanggau dan sudah hafal dengan kondisi di sini sudah terbiasa," ungkapnya.

Di Polsek Mukok, Suharyanto hanya memiliki belasan anak buah. Meskipun jumlahnya minim jika dibandingkan jumlah penduduk, ia tetap bersungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau di pedalaman seperti saya, anggota hanya 12 dan 13 dengan saya, Bhabinkamtibmas ada tiga untuk membawahi 10 desa. Artinya satu Bhabinkamtibmas itu membawahi rata-rata 3 desa," jelasnya.

Diakui, karena keterbatasan jumlah personel, polisi tidak dapat setiap hari meninjau desa-desa di wilayah hukumnya. Namun dipastikannya, ada tiga desa yang dikunjungi dalam kurun seminggu. 

"Memang itu menjadi kendala kami karena kekurangan personel, tetapi yakinlah kami tidak akan mengesampingkan tetap kami akan bergiliran kecuali ada laporan dari Kepala Dusun atau Kepal Desa kami akan merespons," tegasnya.

Suharyanto tidak banyak menuntut sarana dan prasaran dalam bertugas sehari-hari di wilayah Mukok Sanggau ini. Ia lebih memilih untuk memberdayakan masyarakat dalam membantu kerja polisi. 

"Dengan sarana dan prasarana yang ada kami berdayakan dan kami bekerja sama dengan warga, seandainya kami butuh kendaraan ya kami bisa kerja sama dengan warga," ujarnya. 

Kedekatannya dengan warga setempat, karena ia selalu membaur. "Masyarakat di sini cukup ramah, yang penting jangan kita menyakiti, intinya bahwa masyarakat di sini cukup ramah, buktinya saya selama di sini sudah hampir 30 tahun tidak pernah ada masalah," imbuhnya. 

Selain itu, warga di Mukok juga cukup perhatian terhadap keberadaan polisi di daerahnya. "Mereka cukup ramah, mereka cukup care (perhatian, Red) dengan kami, apa yang kami programkan mereka juga antusias untuk membantu kami dan sinergitasnya juga tinggi karena masyarakat di sini membutuhkan kami dan kami juga butuh masyarakat. Artinya bahwa kami ini saling membutuhkan," imbuhnya.  

Ketika bertugas, Suharyanto juga dihadapkan dengan masih buruknya infrastruktur jalan di daerah itu.

"Tantangan umum, masalah jalan, jalan di pedalaman jalan tanah dan tidak ada jalan aspal, ditambah lagi kondisi geografis, ya kita pantang menyerah," tandasnya.

Untuk perjalanan dari satu kampung satu ke kampung yang lain, menurutnya, membutuhkan waktu lama.

"Itu memakan waktu berjam-jam dan jauh, apalagi kalau hujan dan kita harus menginap di kampung itu tapi cukup menikmati alhamdulillah warga sini cukup ramah dan mereka membantu kami," tambahnya.

Suharyanto juga dihadapkan dengan susahnya memperoleh kebutuhan sehari-hari untuk kepolisian, mengingat masih rusaknya jalan. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena listrik sudah masuk di daerah Mukok Sanggau.

"Kalau jarak tempuhnya kendalanya ada di jalan tetapi sekarang listrik sudah masuk kemudian operator seluler juga sudah lancar sinyal komunikasi tetap berjalan untuk berita tidak ketinggalan," paparnya.

Ia berjanji untuk berbuat lebih baik lagi dalam pengabdiannya sebagai anggota Bhayangkara. 

"Memang namanya Polisi itu yang disanjung, ada yang dicaci karena kami juga manusia, manusia itu ada yang punya niat baik ada yang punya niat jahat. Tetapi kami tidak akan melupakan marwah kami sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Kalaupun ada Polisi yang nakal itu personal, tetapi saya sebagai Kapolsek mengingatkan anggota untuk menjaga sopan santun supaya masyarakat tidak terlukai," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar