Investasi Bodong Yalsa Boutique Rugikan Anggota Rp20Miliar

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy. Foto : RRI/Munjir

KBRN, Banda Aceh: Penyelidikan kasus dugaan investasi bodong Yalsa Boutique oleh Direktorar Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, memasuki babak baru.

Penyidik mengungkap, bisnis ilegal ini telah menyedot dana member hingga mencapai Rp20 miliar. 

"Dari hasil pemeriksaan diketahui, Yalsa Boutique ini telah memiliki 3.755 orang member (anggota) yang tersebar di seluruh Aceh. Ada juga di luar Aceh seperti di Medan dan Riau. Total dana yang dihimpun sudah lebih kurang Rp 20 miliar," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (22/2/2021). 

Dijelaskan Winardy, modus operandi yang dilakukan oleh owner Yalsa Boutique untuk meraup keuntungan dalam bisnis ini dengan cara mencari member dan mengajaknya untuk investasi. 

"Jadi di sini ada 255 orang reseller. Tugas resseler ini untuk mencari member dan mengajak untuk investasi. Syaratnya cukup mudah, hanya dengan KTP dan menyetor uang untuk investasi, ada yang setor Rp 500 ribu hingga puluhan juta," ujarnya. 

Bisnis Yalsa Boutique yang sudah berjalan sejak 2019 hingga awal 2021 ini, menjanjikan keuntungan kepada member sebesar 30 hingga 50 persen dari bisnis konveksi. 

"Awalnya ini adalah bisnis konveksi busana muslim, mereka bilang kalau mereka bikin baju konveksi, namun kenyataannya mereka mengambil baju dari produk orang lain dan menjualnya. Hasil penjualan tersebut yang kemudian dibagi hasil. Awalnya berjalan lancar, namun kemudian hasil keuntungan sudah tidak disetor ke member dan modal investasi juga tidak bisa ditarik lagi," bebernya. 

Winardy menegaskan, bisnis Yalsa Boutique ini merupakan investasi bodong karena mereka menghimpun dana masyarakat tanpa adanya izin dari otoritas jasa keuangan (OJK). 

"Ya, ini bisa dikatakan investasi bodong," ujarnya. 

Saat ini, tambah Winardy, kasus tersebut sudah pada tahap penyidikan. Setidaknya ada 13 orang yang telah diperiksa. 

"Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Aceh dengan nomor laporan Polisi model A tertanggal 11 Februari 2021. Jadi ada lebih kurang 13 orang saksi yang sudah diperiksa ya. 13 orang saksi yang diperiksa ini adalah owner ya. Jadi ada ownernya yaitu ada dua (suami istri) kemudian admin dan reseller, mereka masih kita periksa, belum ditetapkan sebagai tersangka," katanya. 

Penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik owner Yalsa Boutique di antaranya beberapa mobil mewah dan rumah yang berada di Banda Aceh. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00