FOKUS: #WASPADA KARHUTLA

Hotspot Bermunculan, Kapolda Kalteng Penjarakan Pembakar Lahan

KBRN, Palangka Raya: Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Dedi Prasetyo telah mengeluarkan maklumat bahwa tidak ada ampun bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Kapolda pun menegaskan, sanksi akan diberikan sesuai undang-undang yang berlaku, yakni maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Menurut Kapolda, maklumat ini dibuat sebagai langkah antisipasi agar warga tidak membakar hutan dan lahan seperti yang kerap terjadi pada musim kemarau. Ia mengingatkan bagi masyarakat yang masih nekat membakar, juga akan dikenakan denda Rp15 juta hingga pencabutan izin usaha bagi pengusaha pertanian dan perkebunan. 

"Saya meminta dukungan dari masyarakat agar bisa mentaati maklumat ini. Aparat tidak segan-segan melakukan penindakan bagi siapa saja yang melakukan pembakaran hutan dan lahan tidak sesuai dengan ketentuan," ujar Irjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu. 

Kapolda juga meminta dukungan penuh dari masyarakat agar pihaknya mampu melakukan upaya pencegahan, sehingga tahun ini Kalimantan Tengah bebas dari kabut asap.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut, Palangka Raya, jumlah titik panas atau hot spot terpantau sebanyak 14 titik tersebar di seluruh kabupaten dan kota. 

Menurut Prakirawan BMKG, Chandra Mukti Wijaya, Selasa (2/3/2021), tingkat kepercayaan keberadaan titik panas tersebut berada di angka delapan atau masuk dalam kategori kepercayaan sedang. 

"Untuk wilayah Kalimantan Tengah, akumulasi tanggal 1 Maret 2021, jam 07.00 hingga Maret 2021 jam 07.00 WIB, ada 14 titik terpantau di sejumlah daerah," ungkapnya. 

Meskipun terdapat sejumlah titik panas, Chandra Mukti Wijaya menambahkan, secara keseluruhan daerah masih berpotensi turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Oleh karena itu, masyarakat masih diminta untuk mewaspadai sejumlah bencana alam. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00