Lawan Turki, Awal Perjuangan Generasi Baru Gli Azzuri

KBRN, Jakarta: Timnas Italia akan memulai perjalanannya mengarungi Euro 2020 bersama Roberto Mancini. Timnas Turki bakal menjadi rintangan berat pertama mereka untuk melaju sejauh mungkin dalam kompetisi tersebut.

Laga melawan Turki menjadi pembuka keseluruhan ajang Euro 2020. Sudah pasti, akan ada banyak mata yang tertuju pada laga ini. PR besar Mancini sebelum pertandingan adalah membuat tekanan yang dihadapi para pemain berkurang.

"Laga pertama selalu menjadi yang paling sulit. Kami harus menghapus tensinya dan tidak memikirkan hal lain, hanya fokus kepada pekerjaan kami dan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya," ujar Mancini dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia, Jumat (11/6/2021).

"Akan ada sedikit tekanan dengan laga tersebut menjadi pembuka turnamen, dan Turki dipenuhi oleh pemain-pemain bertalenta. Namun ini akan tetap menjadi sebuah laga sepak bola dan kami harus fokus pada itu saja," ungkapnya.

Banyak yang beranggapan kalau ini adalah titik awal dari era baru Gli Azzurri. Mancini sendiri sudah meyakini kalau Italia akan berubah di tangannya semenjak menggantikan Gian Piero Ventura pada tahun 2018.

"Saya sudah yakin tiga tahun lalu ketika saya tiba, saya makin yakin sekarang. Kami bekerja dengan baik, punya beberapa pemain bertalenta dan rasa kesatuan," kata Mancini.

"Kami menikmati diri sendiri dan ingin terus melakukan itu. Apabila pada akhirnya kami mampu mencapai London, maka kami akan berbicara soal itu. Namun saya merasa sangat yakin," lanjutnya.

Ini akan menjadi laga pertama Mancini sebagai pelatih Italia dalam pentas bergengsi internasional. Kehadirannya membuat harapan Gli Azzurri untuk menghapus malu karena gagal ikut serta dalam ajang Piala Dunia 2018 cukup besar.

Perlu diketahui bahwa Italia, selama diasuh mantan pelatih Manchester City tersebut, belum pernah merasakan kekalahan selama kurang lebih dua tahun belakangan. Terakhir, mereka dibuat bertekuk lutut oleh Portugal pada tahun 2018 lalu.

Rekor gol dan kebobolan mereka pun menawan. Dari 10 laga terakhirnya, mereka mampu mencetak 35 gol dan gawang Gianluigi Donnarruma juga hanya kebobolan empat gol. Dukungan kepada Mancini pun mengalir deras. Media-media Negeri Pizza menyebut Mancini berhasil memadukan permainan bertahan khas Italia dengan permainan menyerang ala sepak bola modern.

Dibawah asuhan Mancini, Italia pun mencatatkan rekor 27 laga tak terkalahkan sejak akhir 2018. Terbaru, dari dua laga terakhirnya Timnas Italia mampu membukukan 11 gol. Torehan ini membuktikan bahwa Italia perlahan mulai berubah.

Identitas Catenaccio nampaknya seiring berjalannya waktu sudah memudar dari Italia.Roberto Mancini memilih untuk mengandalkan kekuatan lini penyerangan ketimbang taktik bertahan.

Timnas Italia akan memulai langkah di Euro 2020 akhir pekan nanti. Italia akan berjumpa Turki pada laga yang digelar di Stadion Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB.

Bagi Italia, laga ini bisa jadi sangat menyulitkan. Sebab, Turki yang berstatus 'kuda hitam' diprediksi bermain tanpa beban. Sedangkan, Italia akan bermain di hadapan publik mereka sendiri. Namun, jika melihat performa, Italia bisa jadi akan melangkah mulus pada duel pertamanya di Euro 2020.

Pelatih asal Turki, Fatih Terim, menilai Italia punya momen bagus di Euro 2020. Roberto Mancini sebagai pelatih telah mengubah banyak hal di tim. Mancini juga telah menerapkan ide-idenya dengan sangat bagus.

"Saya pikir Roberto Mancini telah melakukan pekerjaan yang hebat," buka Fatih Terim dilansir dari Football Italia (11/6/21).

"Italia solid dan memiliki beberapa pemain hebat. Mereka tidak pernah kalah selama lebih dari dua tahun dan mencerminkan ide sepak bola pelatih mereka," sambung mantan pelatih timnas Turki tersebut.

Selain kualitas pelatih, Fatih Terim juga menyoroti komposisi pemain timnas Italia. Dia melihat ada generasi yang berbeda. Ada pemain senior yang punya banyak pengalaman dan pemain muda yang punya ambisi besar untuk sukses.

"Saya sangat menghormati Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, pelatih mana pun akan senang bekerja dengan legenda seperti mereka," kata Fatih Terim.

"Saya terus mengawasi Nicolo Barella, Manuel Locatelli, Alessandro Bastoni, Giacomo Raspadori, serta Nicolo Zaniolo dan Sandro Tonali, yang tidak ada dalam skuat. Ada banyak orang yang bisa membuat perbedaan untuk Italia," ulas Fatih Terim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00