FIM Berikan Pelatihan Petugas Medis WSBK Indonesia

KBRN, Jakarta: Jelang digelarnya ajang World Superbike (WSBK) Indonesia akan dihelat pada pertengahan November mendatang, petugas medis yang akan bergabung dengan Marshal untuk bertugas di Pertamina Mandalika International Street Circuit, mendapat pelatihan langsung dari FIM.

Dilansir dari laman resmi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Jumat (22/10/2021), Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) turun langsung untuk memberikan pelatihan medis kepada mereka yang akan bertugas selama WSBK Indonesia.

“Pelatihan dari FIM (Federation Internationale Motocyclisme) diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan putra-putri dari NTB yang berprofesi sebagai Dokter , Perawat dan Paramedic yang akan bertugas di Sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit,” bunyi pernyataan MGPA dilansir dari laman resmi mereka.

“Pelatihan ini dipimpin oleh Dr . Steven yang menjabat sebagai CMO (Chief Medical Officer) pemegang super licence FIM.

“Materi yang diberikan kepada para dokter, perawat, dan juga paramedis adalah tentang bagaimana melakukan pertolongan pertama ketika pembalap mengalami kecelakaan dan simulasi ini dilakukan di dalam dan di luar lapangan.”

“Para tenaga kesehatan tersebut nantinya tidak hanya mendapat sertifikasi dari IMI sebagai Federasi Nasional yang membawahi olahraga motorsport di Indonesia, tapi juga mendapat sertifikasi dari FIM sebagai federasi internasional yang menaungi olahraga balap motor dunia,” lanjut keterangan MGPA.

Sebagaimana diketahui, peran petugas medis dalam dunia balap sangat penting. Mereka menjadi garda terdepan untuk menolong para pembalap yang mengalami insiden kecelakaan.

Oleh karena itu, Federation Internationale Motocyclisme (FIM) bekerja sama dengan MGPA mengadakan pelatihan khusus bagi para petugas medis yang akan bertugas di WSBK. Salah satu materi pelatihan tersebut diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di Instagram resmi MGPA.

Dalam video tersebut, para petugas medis terlihat seolah-olah sedang memberikan pertolongan kepada seorang pembalap yang berpakaian lengkap, mulai dari helm, wearpack, sarung tangan, dan sepatu. 

Mereka melepas helm yang dipakai sang pembalap untuk mengalirkan oksigen padanya. Selain itu, mereka juga memasang penyanggah leher untuk mengurangi risiko cedera di belakang kepala.

Lalu, mereka membaringkan seorang rider di tandu tanpa membuatnya banyak bergerak. Ini jadi cara terbaik agar cedera yang dialami pembalap tidak makin serius karena tindakan atau pergerakan yang terlalu banyak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00