SEA Games, Pencak Silat Persembahkan 2 Perak

Pesilat Indonesia, Muhammad Yachser Arafa (biru-kiri) tengah menunggu lawannya, Mohamad Yusli (merah-kanan) untuk bangkit,usai mendapat tendangan keras. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

KBRN, Hanoi: Para pesilat Indonesia hanya mampu mempersembahkan dua perak dalam pertandingan pencak silat SEA Games 2021 di Bac Tu Liem, Gymnasium, Senin (16/5/2022) siang.

Pesilat Indonesia, Khairudin Mustakim (biru), tampil agresif dalam pertarungannya melawan Muhammad Khairi Adib Bin Ashar asal Malaysia di kelas B 50-60kg. Mustakim sempat memimpin dengan skor 36-31 di babak kedua atas Khairi.

Sayang, jual-beli serangan tendangan dan pukulan Mustakim ke kubu lawan, justru merugikan dirinya sendiri saat skor menunjukkan 59-50 di babak ketiga. Sisa pertandingan kurang dari empat detik inipun dihentikan wasit dan para juri, karena Mustakim dianggap melayangkan tendangan ke arah wajah dan dinyatakan sebagai pelanggaran. Akibatnya, nilai Mustakim dikurangi 10 poin menjadi hasil akhir 49-50 untuk kemenangan Muhammad Khairi Adib, yang sekaligus berhak mengantungi emas.

"Saya sudah instruksikan kepada atlet bahwa waktu tinggal 12 detik, poin kita tinggi, tidak perlu emosi. Tetapi saat atlet kita menendang, si lawan menundukkan (dan terjadilah itu). Mungkin itu, bisa saja (itu) bagian dari strategi lawan agar sedikit menundukkan (supaya kena muka)," kata Kepala Pelatih Pencak Silat Indonesia, Indro Catur, usai memberikan evaluasi, Senin (16/5/2022) siang. 

Kepala Pesilat Indonesia, Indro Catur Saat diwawancarai Media di Hanoi, (Dok.Danang Sundoro/RRI)

Hasil perak Indonesia dari arena pencak silat lainnya datang dari Muhamad Yachser Arafa yang harus menerima kekalahan pahit melawan pesilat Singapura, Muhammad Hazim Bin Mohamad Yusli, di nomor tanding kelas C 55-65kg.

Jalannya pertandingan hampir serupa dengan final sebelumnnya, pesilat Indonesia Muhammad Yachser Arafa (biru) yang sempat memimpin hingga babak ketiga 31-21, harus terhenti saat tendangan atlet merah putih tersebut mengenai kepala sang lawan Mohamad Yusli (merah), sehingga akhirnya wasit dan juri mengentikan pertandingan dan mempersilahkan tim medis masuk ke arena untuk mengecek sang pesilat Singapura.

Saat waktu menunjukkan kurang dari 28 detik, wasit dan juri kompak memberhentikan pertandingan tersebut dengan memberikan pengurangan angka bagi Indonesia 10 poin,menjadi 21-21 dan mendiskualifikasi pesilat Indonesia, Muhamad Yachser Arafa. Hasil ini membuat atlet silat Singapura meraih emas.

"Hasilnya kurang memuaskan dan kami tidak menyalahkan siapa-siapa,karena atlet telah berjuang dengan optimal, tetapi hasilnya lain. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa," lanjutnya di hadapan RRI.

"Kami tidak bisa banding, dengan hasil diskulifikasi,tetapi tadi sebenarnya pelanggarannya tidak keras.Buktinya tangannya,masih bisa bergerak, kepalanya masih bisa bergerak,tapi kami tidak kuasa (untuk protes)," tambahnya.

Indonesia masih menyisakan satu peluang meraih emas dinomor final kelas H, 80-85kg melalui pesilat Ronaldo Neno yang akan menghadapi tuan rumah Vietnam, Nguyen Duy Tuten, di Bac Tu Liem, Gymnasium, Senin (16/5/2022) Sore.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar