Fakta Stadion Final Liga Champions, Stade de France

Stadion Final Liga Champions, Stade de France. (Foto: uefa.com)

KBRN, Jakarta: Liga Champions UEFA 2021-2022 sudah menuju akhir yang mendebarkan. Liverpool dan Real Madrid akan bertemu di partai final, akan dilaksanakan di stadion Stade de France.

Menurut jadwal yang dirilis oleh UEFA pada laman resmi mereka, final Liga Champions UEFA 2021-2022 akan berlangsung di stadion Stade de France, Saint-Denis's, Paris pada Sabtu, 28 Mei 2022, pukul 21.00 waktu setempat atau Minggu, 29 Mei 2022, pukul 02.00 dini hari WIB.

Awalnya, final Liga Champions 2021-2022 akan berlangsung di Gazprom Arena, Saint Petersburg, Rusia. Namun, karena adanya invansi Rusia ke Ukraina, akhirnya UEFA memindahkannya ke Stade de France.

Stade de France, Saint-Denis, yang  akan menjadi tuan rumah final Liga Champions 2021-2022, terletak di sebelah utara kota Paris. Stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 81 ribu penonton, dan merupakan stadion terbesar keenam yang ada di Eropa.

Mulai dibangun pada 1995 dan diresmikan pada 28 Januari 1998 oleh Jaques Chiraq sebagai presiden Perancis waktu itu. Stadion ini dibangun ketika Perancis menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998.

Dengan terpilihnya Perancis menjadi tuan rumah event terbesar di dunia tersebut, federasi sepakbola Perancis, FFF, memutuskan untuk membuat stadion all seat dengan kapasitas besar.

Pembangunan ini telah menjadi catatan sejarah negara Perancis, dimana untuk pertama kalinya negara tersebut membangun sebuah stadion untuk event tertentu.

Arsitek ternama Perancis seperti Michel Macary, Aymeric Zublena, Regembal Michel dam Claude Costantini yang tergabung dari CR SCAU Architecture merupakan perancang dari  Stade de France.

Mulanya Stade de France disebut sebagai Grand Stade (Great Stadium) ketika dalam tahap pembangunan. Namun, Stade de France me jadi nama resmi usai dilakukan perlombaan desain nama yang dilakukan oleh kementerian Olahraga Perancis, dan legenda sepakbola Perancis Michael Platini, sebagai panitia pelaksana merekomendasikan nama itu.

Pertandingan pertama yang dimainkan di venue ini adalah pertandingan persahabatan antara Prancis dan Spanyol pada 28 Januari 1998, dengan Zinédine Zidane mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan tim 1-0.

Selain itu, momen bersejarah yang terjadi di stadion ini adalah ketika Les Bleus mengalahkan Brazil 3-0 pada final Piala Dunia 1998. 

Lalu, stadion ini kembali menjadi fokus perhatian dunia sepakbola pada tahun 2000, ketika Real Madrid mengalahkan Valencia 3-0 pada final Liga Champions 1999-2000 berkat gol dari Fernando Morientes, Steve McManaman dan Raúl González.

Selain tahun 2000, di tahun 2006 Stade de France juga menjadi saksi bisu kala Barcelona meraih trofi Liga Champions usai di final mengalahkan Arsenal 2-1.

Final piala Eropa pada  2016 juga berlangsung di Stade de France, tim tuan rumah Perancis yang diunggulkan kala itu harus kalah 1-0 dari  Portugal malalui gol yang dicetak oleh Eder dalam  perpanjangan waktu.

Selain itu, Karim Benzema juga pernah juara Coupe de France di stadion ini, saat masih bersama Lyon pada 2007/2008. 

Stadion ini memiliki keunikan tersendiri. Stade de France emiliki tribun penonton yang dapat ditarik untuk memperlihatkan bagian trek atletik.

Konon stadion ini dirancang dengan bantuan simulasi perangkat lunak untuk mendapatkan pengamatan yang akurat. Stadion ini juga memiliki keunikan kontruksi atap yang berbentuk elips yang melambangkan Universalnya olahraga di Perancis.

Dengan luas 6 hektar dan berat 13 ribu ton, atap Stade de France dianggap sebagai keajaiban teknis oleh banyak orang. Atap ini menutupi seluruh bagian tribun tampa menutupi lapangan.

Stade de France merupakan kandang dari tim nasional sepak bola Perancis dan juga tim nasional rugby di ajang internasional.

Stade de France menjadi tuan rumah final Liga Champions musim ini setelah UEFA memutuskan kepindahan venue dari Gazprom Arena, Saint Petersburg, Rusia, karena adanya invasiya dilakukan Rusia kepada Ukraina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar