Rekor Carlo Ancelotti di Final Liga Champions

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti memegang trofi Liga Champions. Ia bisa menjadi pelatih tersukses bila mengantar Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions 2021/2022 (Foto: uefa.com)

KBRN, Jakarta: Real Madrid akan berjumpa dengan Liverpool pada final Liga Champions 2021/2022 di Stade de France, Paris, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Bagi sang pelatih, Carlo Ancelotti memiliki rekor fantastis, ini akan menjadi final kelimanya dan peluang meraih trofi keempat sebagai pelatih.

Menurut catatan dari dilansir dari laman UEFA.com, Sabtu (28/5/2022) Ancelotti punya rekam jejak spesial di Liga Champions, bahkan ketika masih menjadi pemain. Sebagai pemain, Ancelotti punya dua gelar juara Liga Champions (ketika itu masih bernama Piala Champions).

Bersama AC Milan, Ancelotti punya dua gelar juara Liga Champions. Gelar itu diraih pada musim 1988/89 dan 1989/1990. Dua gelar beruntun diraih Ancelotti sebagai pemain, keduanya bersama Milan.

Sebagai pelatih, Ancelotti juga tidak kalah gemilang. Bersama Zinedine Zidane, Don Carlo adalah pelatih dengan gelar Liga Champions paling banyak. Berikut catatan apik Ancelotti di final liga Champions.

Final pertama bagi Ancelotti sebagai pelatih adalah ketika AC Milan berjumpa Juventus pada final Liga Champions 2003. Dua tim papan atas Italia itu berjumpa pada duel di Old Trafford, Manchester.

Laga berjalan sengit, tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga waktu normal dan extra time usai. Milan kemudian menang 3-2 pada babak adu penalti. Penalti Shevchenko ke gawang Buffon jadi momen penentu.

Selanjutnya, Final Liga Champions 2005 menyisakan cerita pahit bagi karier Ancelotti. Sebab, AC Milan racikan Ancelotti saat itu kalah di final dari Liverpool meski sempat unggul dengan skor 3-0 pada babak pertama. Paolo Maldini dan Hernan Crespo (2 gol) membobol gawang Liverpool.

Tapi, pada babak kedua, Liverpool menciptakan momen indah di Istanmbul. Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso bergantian mencetak gol ke gawang Dida. Skor imbang 3-3 dan laga dilanjutkan ke extra time.

Tidak ada gol pada extra time. Lalu, babak adu penalti. Tiga penendang AC Milan gagal: Serginho, Pirlo, dan Shevchenko. Saat Dudek sukses menepis sepakan Shevchenko, langit Istanbul seolah runtuh bagi Rossoneri dan Ancelotti.

Meski demikian, dua tahun selanjutnya Ancelotti berhasil membalaskan dendamnya. Liverpool dan AC Milan berjumpa lagi di final Liga Champions 2007.

Milan berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 atas Liverpool di final Liga Champions tahun 2007 dan Ancelotti meraih gelar juara keduanya.

Final 2014 menjadi momen penting bagi Real Madrid dan Ancelotti. Sebab, ini menjadi gelar juara Liga Champions ke-10 bagi Real Madrid. Momen itu lantas dikenang dengan sebutan 'La Decima'.

Pada final 2014, Madrid berjumpa sang rival sekota Atletico Madrid di Estadio da Luz. Atletico unggul lewat Diego Godin pada menit ke-36. Tapi, gol Sergio Ramos menit 90+3 membuat skor menjadi imbang 1-1.

Pada babak extra time, Real Madrid mencetak tiga gol masing-masing lewat Gareth Bale, Marcelo, dan penalti Cristiano Ronaldo. Real Madrid menang 4-1 dan merayakan La Decima bersama Ancelotti.

Bagi Ancelotti, dengan tiga gelar juara, dia menjadi pelatih paling sukses di Liga Champions. Capaian itu kemudian disamai Zinedine Zidane, juga bersama Real Madrid.

Ancelotti lebih sering sukses daripada gagal di final Liga Champions. Pada musim 2021/2022, Ancelotti akan memainkan final Liga Champions kelima dalam kariernya sebagai pelatih.

Don Carlo bisa menjadi pelatih tersukses di Eropa jika berhasil meraih trofi Liga Champions kempatnya dengan mengalahkan Liverpool di partai final, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar