Kisah Junaedi, Pejudo Tunanetra yang Dulu Penggembala Kambing

Atlet Judo Tunanetra Indonesia Junaidi (kiri) mencoba menjatuhkan lawannya atlet tunanetra Thailand Vitoon Kongsuk (kanan) pada pertandingan Judo tunanetra putra individu kelas -60Kg J1 ASEAN Para Games 2022 di Tirtonadi Convention Hall, Solo, Jawa Tengah, Selasa (2/8/2022). Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU

KBRN Surakarta: Para atlet Indonesia yang berlaga di ASEAN Para Games 2022 Solo memiliki profesi berbeda sebelum menjadi atlet.

Seperti Junaedi. Pejudo Indonesia yang memastikan emas kategori beregu putra tim judo tunanetra Indonesia ini dulunya seorang penggembala kambing.

“Dia dulu sehari-hari di rumah yang menggembala kambing dan ikut ayah dan ibu ke ladang untuk mencangkul. Maklum, kami dari keluarga menengah ke bawah di Garut,” terang Asep, sang kakak yang turut mendampingi Junaedi ditemui usai upacara penyerahan medali, Kamis (4/8/2022).

Asep mengatakan, sebelum jadi pejudo, Junaedi sempat menekuni catur dan renang. 

“Dia selalu diskusi sama saya, ingin menekuni yang mana. Akhirnya dia memilih judo, karena menurutnya sangat enjoy dan tanpa beban saat mengikuti latihan-latihan,” ucap Asep.

Di kampungnya, lanjut Asep, Junaedi sangat dekat dengan warga sekitar. 

“Junaedi ini anaknya pendiam tidak neko-neko. Alhamdulillah sosialisasi dan sumbangsih ke masyarakat sangat baik,” imbuh Asep.

Odin dan Etin, orang tua Junaedi yang juga datang langsung dari Garut tak menyangka anaknya mampu menjadi atlet untuk membanggakan Indonesia. 

“Sampai hari ini, kami masih belum percaya Junaedi bisa menjadi atlet andalan Indonesia. Kami tadi terharu, dia bisa menang lawan Thailand dan meraih medali emas,” tutur Odin.

Odin berharap, Junaedi akan tetap rendah hati dan taat beribadah seperti sebelum menjadi atlet dan terkenal.

“Harapan kami, Junaedi bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi dan tidak meninggalkan ibadah di mana pun dia bertanding,” doa Odin. 

Di laga yang berlangsung di Tirtonadi Convention Hall, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2022), Junaedi menang melawan seterunya dari Thailand, Kongsuk Vitoon.  Sehingga memberikan kemenangnan untuk dengan skor telak 3-0.

“Sangat senang bisa menyumbang kemenangan di nomor beregu. Kemarin saya gagal meraih emas saat lawan Thailand (Kongsuk Vitoon),” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar