Fabio Quartararo Khawatir MotoGP Jadi Membosankan

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (Foto: motogp.com)

KBRN, Jakarta: Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo mengatakan para pengadil di MotoGP harus lebih berhati-hati dalam menerapkan hukuman. Hal ini harus dilakukan jika tak ingin balapan jadi membosankan.

Pembalap asal Spanyol itu meyakini bahwa MotoGP berisiko menjadi membosankan jika tidak ada aksi manuver. Ia menilai para pengadil tak menemukan keseimbangan dalam cara menilai insiden.

“Saya tidak ingin mengatakan sesuatu tentang kecelakaan sebelumnya karena tidak ada penalti,” kata Quartararo dikutip dari laman resmk MotoGP, Sabtu (6/8/2022).

“Tentu saja, setelah kehancuran di Barcelona, itu sangat besar, saya mengerti mereka ingin mengubah sedikit aturan yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih agresif.”

“Tapi saya pikir kami perlu menemukan keseimbangan antara berkendara yang tidak bertanggung jawab dan insiden balap. Tentu saja, saya tahu saya terjatuh dan Aleix bisa meraih hasil yang lebih baik.”

“Tapi saya tidak melihat itu sebagai penalti. Tetapi mereka perlu menemukan keseimbangan antara penalti dan tanpa penalti. Ini adalah hal utama untuk tidak membuat olahraga kami menjadi membosankan.”

Quartararo harus menjalani hukuman long lap penalty di Grand Prix Inggris setelah dianggap kurang bertanggung jawab. Ia dinilai melakukan manuver berbahaya yang melibatkan Aleix Espargaro (Aprilia Racing) ketika terjatuh di Tikungan 5 Sirkuit Assen, Belanda.

Tak lama setelah mengetahui mendapatkan hukuman, Quartararo membuat pernyataan di media sosial bahwa dirinya akan berhenti menyalip agar tak mendapatkan sanksi.

Hal ini diikuti oleh pernyataan dari Yamaha yang juga mempertanyakan penalti tersebut, dan juga sejumlah pembalap membela Quartararo.

Pembalap lain membandingkan kejadian antara Fabio Quartararo dan Aleix Espargaro dengan Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) yang menyebabkan sejumlah rider terjatih di GP Catalunya. Tapi, pembalap asal Jepang itu terbebas dari hukuman.

“Saya sepenuhnya setuju dengan Fabio dalam arti bahwa dia tidak senang dan dia tidak bisa memahami penalti itu,” ujar Espargaro dikutip dari laman resmi MotoGP.

“Kami telah melihat contoh berbeda selama tahun ini dalam gerakan yang lebih agresif daripada dia dan tidak ada penalti.”

“Jika Anda memberikan penalti pada kasus itu dan kemudian Anda memberikan penalti kepada Fabio, saya pikir Fabio akan mengerti dan menerimanya.”

“Tetapi semua pembalap di komisi keselamatan mendorong hal yang sama, berusaha membuatnya sama untuk semua orang. Karena jika suatu hari Anda menghukum dan suatu hari Anda tidak menghukum, sulit bagi kami untuk memahaminya.”

“Saya pikir kami akan terus membalap dengan agresif, kami akan terus melakukan balapan kami.”

Pembalap Repsol Honda Pol Espargaro meyakini penalti yang diterima Quartararo merupakan keputusan buruk lainnya dari pengadil balapan. Tapi, di sisi lain, ia melihat itu bagus untuk mendidik para pembalap muda.

“Karena kami semua mengeluh tentang situasi ini di komisi keselamatan, saya mengerti itu adalah pilihan yang tepat. Tentang menyalip, kami telah melihat manuver seperti itu setiap saat, dan jika Anda bisa melakukan overtake, Anda tidak akan crash,” kata Pol dikutip dari laman resmi MotoGP.

“Ketika Anda menyalip dan Anda menabrak, itu berarti Anda tidak bisa melakukan penyalipan itu. Jadi, itu kesalahan besar, jadi Anda harus membayarnya.”

“Saya mengerti Fabio kesal dengan ini, tetapi itu satu-satunya cara untuk menghindari hal semacam ini, terutama di lap terakhir di mana semuanya penting. Anda bisa masuk dan menempatkan motor di sisi dalam dan jika Anda jatuh, tidak ada yang terjadi.”

“Itu memang harus diberi hukuman, karena kami menunjukkan kepada kategori yang lebih kecil bahwa Anda tidak dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan.”

“Jadi, saya mengerti, seperti yang saya katakan, Fabio merasa marah, tetapi untuk masa depan harus seperti itu. Itu pilihan yang bagus,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar