Jika Masih Dipercaya, Eko Siap Olimpiade Paris

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan melakukan angkatan clean and jerk dalam kelas 61 kg Putra Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Minggu (25/7/2021). Eko Yuli berhasil mempersembahkan medali perak dengan total angkatan 302 kg. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

KBRN, Jakarta: Disinggung apakah akan pensiun setelah Olimpiade Tokyo 2020, Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mengaku belum dapat mengambil keputusan apa-apa saat ini.

Namun begitu, satu yang dipastikan Eko, jika negara masih memanggil dan membutuhkan tenaganya, dia siap maju membela merah putih di berbagai ivent internasional termasuk Asian Games XIX tahun 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok dan Olimpiade 2024 di Paris, Perancis.

"Jika masih dipercaya, saya siap," tegas Eko Yuli Irawan, seperti dikutip RRI.co.id dari NOC Indonesia, Selasa (27/7/2021).

BACA JUGA: Jalan Panjang Eko Yuli: Empat Medali Olimpiade

Sebelumnya, diberitakan pula bahwa, keberhasilan menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali pada empat penampilan beruntun di Olimpiade, membuat Eko Yuli Irawan ingin menularkan ilmunya kepada para lifter muda.

Lifter berusia 32 tahun itu berniat berbagai pengalaman dan ilmunya agar lifter muda Indonesia bisa berprestasi seperti dirinya di tingkat Internasional.

"Yang paling penting itu sekarang adalah bagaimana menyiapkan lifter-lifter muda penerus saya. Itu yang menjadi tantangan sehingga nanti di Olimpiade tahun 2024 mereka bisa meraih medali," ujarnya.

Seperti diketahui, sekarang, Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) memiliki atlet muda berpotensi.

Mereka adalah Deni (67 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) dan dua lifter putri yakni Windy Cantika Aisah (49 kg) dan Nurul Akmal (+87 kg).

Mengenai apakah seorang atlet angkat besi profesional dapat menghidupi keluarga, Eko sedikit berbagi, bahwa prestasinya sebagai atlet sangat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Sehingga, dia berharap para atlet junior juga bisa mengikuti jejaknya.

"Saya sangat bersyukur bisa empat kali meraih medali perak. Alhamdulillah, hasilnya bisa mengubah ekonomi keluarga yang dari awal seperti apa, sementara sekarang sudah berkecukupan," katanya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00