FOKUS: #OLIMPIADE TOKYO

Bawa Pulang Pelajaran Berharga dari Tokyo

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari saat berkunjung ke Komite Olimpiade Jepang beberapa waktu lalu.(Foto/Istimewa/NOC Indonesia)

KBRN, Jakarta: Penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo di tengah pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia.

Semangat tuan rumah Jepang dan dukungan dari berbagai pihak bisa dijadikan contoh bagi Indonesia untuk menyukseskan sejumlah iven Internasional di tanah air.

“Penyelenggaraan multi event, tidak hanya Olimpiade, itu menghasilkan legacy yang dibangun dari sistem. Jadi NOC Indonesia saat ini berusaha membangun sistem yang kelak dapat menjadi acuan untuk kedepannya,” ujar Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari seperti yang dikutip RRI.co.id dari laman resmi NOC Indonesia, Rabu (4/8/2021).

Mantan promotor tinju bagi Chris John dan Daud Yordan itu mengatakan, NOC Indonesia langsung mempelajari segala komponen dalam penyelenggaraan Olimpiade.

Baik sistem olahraga, pembinaan atlet, pelatih, wasit, penyelenggara event, hingga venue.

Apalagi menurutnya, Kemenpora sudah memiliki cetak biru yang menetapkan Olimpiade menjadi tujuan akhir pembinaan prestasi.  

“Apabila sewaktu-waktu Indonesia menjadi penyelenggara multi event internasional, kita sudah siap,” tambahnya.

Jika sistem telah terbentuk, Okto yakin, partisipasi atlet Indonesia pada setiap penyelenggaraan Olimpiade ke depan akan bertambah.

Kondisi ini juga akan diikuti oleh peningkatan prestasi olahraga Indonesia di kancah dunia.

“Menang atau kalah itu hal biasa dalam pertandingan. Bagaimana tingkat partisipasi atlet itu menjadi bagian paling penting di Olimpaide sebagaimana yang disampikan Pierre de Coubertin. Semua ini harus dimatangkan sebab sudah ada cabor yang menggelar kualifikasi di akhir 2021,” kata Okto.

Indonesia juga diharapkannya perlu mempelajari program pembinaan yang dilakukan beberapa negara lain.

Seperti China yang merencanakan peak performance para atletnya saat tampil di Olimpiade.

"Mereka sudah tidak melihat sasaran kecil lagi tetapi sasaran yang besarnya. Jangan sampai kita puas dengan prestasi pada event kategori kecil saja. Ke depan, kita harus bisa melahirkan atlet yang mampu berprestasi di Olimpiade," tambahnya.

Secara Khusus, Okto juga memberikan apresiasi terhadap cabang olahraga bulu tangkis, angkat besi, dan juga panahan yang sangat konsisten mengirimkan atletnya ke Olimpiade.

NOC Indonesia, menginginkan peran federasi olahraga nasional (PP/PB)  yang memiliki potensi untuk lebih berkerja keras agar banyak meloloskan atlet di Olimpiade 2024 Paris.

"NOC Indonesia memberikan apresiasi kepada badminton dan angkat besi termasuk juga panahan yang sangat konsisten mengirimkan atletnya ke Olimpiade. Masalah hasil, tentu semua atlet ingin menjadi yang terbaik. Tugas NOC Indonesia itu memberikan support dan supervisi kepada cabang olahraga dalam menjalankan program pembinaan dan pemerintah Indonesia tentunya memberikan dukungan," harapnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00