FOKUS: #OLIMPIADE TOKYO

Arigato Tokyo 2020, Selamat Datang Paris 2024

Kembang api meletus di atas stadion saat upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Dan Mullan/Getty Images

KBRN, Jakarta: Setelah lebih dari dua minggu kompetisi mendebarkan yang penuh lika-liku, bendera Olimpiade diturunkan secara seremonial dengan penyerahan Gubernur Tokyo Koike Yuriko kepada Anne Hidalgo, Wali Kota Paris, melalui Presiden IOC, Thomas Bach.

"Untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai, seluruh dunia berkumpul," kata Presiden IOC Thomas Bach, dalam acara penutupan Olimpiade Tokyo 2020, seperti dikutip RRI.co.id, Minggu (8/8/2021). 

Demikian salah satu prosesi Upacara Penutupan Olimpiade Tokyo 2020, yang diikuti penyerahan tongkat estafet kepada Kota Paris sebagai tuan rumah Olimpiade 2024.

Seperti pantauan Tim Olimpiade RRI, selama malam spektakuler yang penuh warna, tarian dan cincin berputar-putar, nyala api Olimpiade, yang terus menerangi stadion sejak upacara pembukaan, akhirnya padam.

BACA JUGA: Penutupan Olimpiade Tokyo 2020: Persatuan, Solidaritas, Perdamaian

Dan saat kembang api berkilauan di atas kepala, kata 'Arigato' (terima kasih) ditampilkan pada LED layar di dalam stadion dengan font yang sama yang digunakan untuk mengeja 'Sayonara' (selamat tinggal) pada akhir Olimpiade Tokyo 1964.

“Malam ini api Olimpiade yang telah menerangi Tokyo akan padam dengan tenang. Tapi harapan yang telah menyala di sini tidak akan pernah padam,” kata Presiden Olimpiade Tokyo 2020, Hashimoto Seiko.

Selamat Datang Paris 2024

Upacara penutupan dibagi antara dua negara dan menampilkan perayaan langsung dari kota tuan rumah berikutnya, saat pemirsa dibawa ke Paris dimana bendera raksasa Olimpiade 2024 dikibarkan dari Menara Eiffel.

Tim pertunjukan udara elit Prancis, Patrouille de France, terbang di atas mewarnai langit dengan tiga warna yakni biru, putih dan merah, sementara perayaan berlangsung di jalan-jalan di bawah dengan pesta publik dan konser.

Suasana perayaan nampak jelas dari atap Stade de France ke Katedral Notre-Dame, dari Museum Louvre ke skatepark di Square Diderot di Saint-Denis.

“Bahkan saat Olimpiade ditutup, pintu baru terbuka,” kata Hashimoto Seiko. 

“Pintu ke masa depan, dibuka oleh atlet dan kekuatan olahraga, karena olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia dan masa depan kita. Dan kekuatan inilah yang akan membawa kita ke Olimpiade Musim Panas berikutnya di Paris pada 2024," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00