FOKUS: #OLIMPIADE TOKYO

Sang Wasit Badminton Olimpiade dari Gunungkidul

KBRN, Yogyakarta: Ada kejadian yang tak biasa ketika momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-76 tingkat Kabupaten Gunungkidul yang dipusatkan di Alun-alun Wonosari. Di antara deretan terdepan kursi VIP yang diperuntukkan bagi pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) kabupaten tersebut, Selasa (17/8/2021) pagi, ada sosok sederhana yang sempat mengharumkan Indonesia di pentas Olimpiade Tokyo 2020 yang baru selesai beberapa waktu lalu.

Sosok tersebut adalah Wahyana, guru SMPN 4 Patuk Gunungkidul yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai wasit badminton di ajang olimpiade. Figur guru olah raga yang awalnya menekuni dunia bola voli tersebut, mendapat penghargaan dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta,

Dengan mengenakan busana yang serupa ketika dirinya memimpin partai final tunggal putri antara Chen Yu Fei dari Tiongkok dan Tai Tzu Tsing dari China Taipe atau Taiwan, Wahyana menerima penghargaan dari bupati atas prestasinya yang mendunia. Tak hanya itu saja, pendidik yang tinggal di Kabupaten Sleman itu juga menjadi rebutan banyak orang, temasuk pejabat yang hendak mengabadikan swafoto bersama dirinya.

“Ini merupakan penghargaan pertama yang saya dapatkan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya dengan mengenakan setelan jas biru dan topi yang menjadi seragam wasit olimpiade.

Wahyana pun sangat terharu dengan penghargaan yang ia terima. Dirinya menyatakan siap untuk terus mengabdi dan memajukan kabupaten terluas di DIY itu.

“Ini merupakan kebanggaan, saya terharu dan saya tadi ingin nangis sebetulnya. Alhamdulillah, (penghargaan) ini saya dapatkan,” tuturnya terharu.

Dengan capaian yang ia peroleh saat ini, sejatinya Wahyana, dapat dengan mudah mengajukan pindah tugas ke Sleman agar lebih dekat dengan kediamannya. Namun hal itu tak dilakukan pria berusia 53 tahun tersebut.

“Sudah 26 tahun saya nglaju dari Godean, Sleman, ke SMPN 4 Patuk, Gunungkidul dengan jarak sekitar 70 km. Tapi saya tidak punya niat untuk pindah,” ungkap Wahyana.

Menariknya, wasit yang memiliki lisensi BWF Certificated itu juga bertekat menyelesaikan pengabdiannya sebagai guru di Kabupaten Gunungkidul. Wahyana menyatakan siap mengajar di pelosok pedesaan Gunungkidul hingga pensiun. 

“Saya sudah merasa nyaman di Gunungkidul, saya akan menikmati pekerjaan ini sampai pensiun di Gunungkidul," tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00